Ketika Dua Bintara Nekat Hentikan Mobil Kapolda

Brigadir I Ketut Surya Ningrat dan Brigadir Indra Jaya Kusuma nekat menghadang dan menghentikan mobil dinas Kapolda  Brigjen Pol Umar Septono. Keduanya pun langsung dipanggil Kapolda.

 


Zulkarnaen–Mataram


 

Brigadir I Ketut Surya Ningrat dan Brigadir Indra Jaya Kusuma tidak pernah menyangka aksinya menghentikan mobil Kapolda di  di jalur bypass Bandara Internasional Lombok (BIL)  Rabu lalu (22/6) lalu itu, bakal berbuntut.  Keduanya dipanggil dan dihadirkan saat apel pagi Senin lalu (27/6).

'"Saya menghentikan mobil Pak Kapolda karena ada warga yang hendak menyeberang. Jadi kami bantu warga tadi,'' tutur Ketut Surya. Saat itu, mobil Kapolda tengah melintas di bypass BIL dari arah barat. Mendapati mobilnya dihentikan oleh anak buahnya, Kapolda meminta ajudannya mencatat nama dua anggota Polsek Praya Barat Daya, Lombok Tengah ini.  Keduanya lalu dipanggil dan dihadirkan di apel pagi.

Namun bukannya marah yang didapatkan kedua personil ini. Yang terjadi, keduanya malah diberikan penghargaan oleh Kapolda. Pada apel pagi itu, Ketut Surya dan  Indra Jaya  diminta berdiri di belakang Kapolda yang saat itu bertindak sebagai inspektur upacara. Kapolda pun langsung menanyakan alasan kedua bintara itu menghentikan mobil dinasnya. ''Kenapa kamu berani  padahal saya pakai mobil dinas, pakaian dinas,'' tanya Kapolda dalam video yang diunggah di youtube ini.

Dengan sikap tenang, Ketut Surya menjawab sebagai anggota polisi dia bekerja untuk masyarakat bukan pimpinan. Karena itu, begitu ada warga yang membutuhkan bantuan, maka dia memilih mendahulukan warga tadi daripada memberikan akses bagi kendaraan dinas Kapolda. ''Saya bekerja untuk melayani masyarakat bukan melayani pimpinan karena saya diberikan tugas melindungi mengayomi dan melayani masyarakat bukan melayani pimpinan,'' kata Ketut Surya di hadapan Kapolda   disaksikan ratusan personel dari prajurit, perwira sampai pejabat utama Polda NTB.

Mendapati jawaban itu, Kapolda sejenak tertegun. ''Saya pun merinding ini. Seorang Bintara berani menjawab di depan Jenderal,'' kata Kapolda. Dikatakan, Ketut Surya  dan Brigadir Indra Jaya  tidak takut, sebab dia mempertanggungjawabkan tugasnya kepada Tuhan Yang Maha Esa. '' Dia tahu, nasibnya tergantung kepada Tuhan, bukan kepada Kapolda. Dia dia tidak takut itu dengan kewenangan dan arogansi Kapoldanya,” tegasnya.

Kapolda lalu meminta jajarannya mencontoh sikap kedua Bintara tadi.  Sikap ini agar diimplementasikan ke semua lapisan pelayanan.''Yang reserse,yang apa itu,kalau melayani rakyat, rakyat kecil anda harus lebih takut daripada anda melihat yang pakai dasi,'' kata Kapolda.

Dalam melaksanakan tugas,polisi jangan berharap ada pamrih. Polisi mesti melaksanakan tugas sebaik-baiknya. Sebab apa yang mereka lakukan disaksikan langsung oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Aksi Kapolda memanggil dua bintara ini mendapat perhatian. Video berdurasi 1 menit 22 detik itu kini jadi perbincangan netizen dan banyak yang mengapresiasi brigadir dan Kapolda NTB tersebut.(*)