Ketahuan Akali Sistem, Satu CPNS Batal Terima SK

CPNS MATARAM: Seorang CPNS Kota Mataram rekrutmen tahun 2021 gagal menerima SK pengangkatan karena kedapatan mengakali aturan. (ALI/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Seorang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Mataram Rekrutmen tahun 2021 batal menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan. Satu orang CPNS ini dicoret oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram adalah dari formasi D3 Asisten Apoteker. Dimana peserta ini diketahui berpendidikan S1.

“Satu orang tidak bisa membuktikan dengan ijazah D3. Sementara dia itu ijazahnya S1. Makanya dia dicoret sebagai penerima SK CPNS,” ujar Kepala BKPSDM Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati di Mataram, kemarin.

BKSDM ditegaskannya tidak hanya melakukan verifikasi faktual. Tapi juga memeriksa dan meminta keterangan langsung dari pemilik ijazah. Hasil pemeriksaan, yang bersangkutan sudah mengakui sejak awal mencoba mengakali sistem. “Dia lolos sampai terakhir karena human error itu yang dimanfaatkan. Kan ribuan yang kita verifikasi ada yang lolos satu ini. Dia sudah tahu ijazahnya S1 tapi mengisi D3,” ungkapnya.

Semula CPNS yang dipersiapkan menerima SK sebanyak 133 orang. Tapi kini berkurang satu formasi menjadi 132 orang. “Formasi kita yang menerima SK jadinya 132 orang,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Pemkot Mataram Kembali Tutup Toko Modern

Nelly juga mengatakan, dengan satu orang yang batal menerima SK ini. Bertambah lagi formasi CPNS Kota Mataram rekrutmen 2021 yang lowong. Kekosongan ini menjadi 14 formasi. Seluruhnya adalah dari formasi tenaga kesehatan. “Iya formasi kita yang kosong jadi 14 formasi,” katanya.

Walaupun menyayangkan formasi yang kosong jadi bertambah. BKPSDM menjadikan kasus ini jadi pembelajaran yang serius. Terutama untuk persiapan rekrutmen CPNS berikutnya. Sebagai panitia lokal penerimaan CPNS. BKPSDM mengaku lebih teliti lagi. “Kan kita sering sosialisasi. Tapi kalau dia jujur tidak akan sampai tahap ini. Ini murni kesalahan dia karena sejak awal tidak punya integritas,” jelasnya.

Dengan penemuan kasus ini. Nelly menggaris bawahi, peserta harus mengedepankan kejujuran. Lalu harus melamar sesuai dengan klasifikasi  yang ditentukan. “Jadi harus jujur apa adanya. Kalau memang itu dibutuhkan formasinya harus sesuai dengan ijazah. Itu di awal sebenaranya sudah pra tes. Jadinya ya tidak lulus,” katanya.

BACA JUGA :  Mataram Butuh Tambahan Toko Modern

Dia juga menegaskan, pemerintah tidak sekedar mencari pegawai yang pintar. Tapi mempunyai integritas yang tentunya diperlukan sebagai abdi negara. “Pintar saja tidak punya integritas ya ngapain juga. Kita tentunya bersyukur dengan penemuan ini,” ungkapnya.

Nelly menjelaskan, SK CPNS rekrutmen tahun 2021 sudah diserahkan ke Wali Kota Mataram. Selanjutnya adalah menunggu kesiapan Wali Kota Mataram untuk menggelar pelantikan. “Kita sudah laporkan ke Wali Kota. Ini sekalin Kepala Kantor Regional (Kakanreg) Denpasar mau datang untuk menyaksikan pelantikan itu,” terangnya.

Persiapan pelantikan disebutnya sudah disiapkan. Saat ini tinggal menunggu petunjuk dan arahan Wali Kota Mataram. “Mudahan bisa minggu ini. Bisa hari Senin atau Selasa. Nanti tergantung Pak Wali Kota,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Aparatur BKPSDM Kota Mataram, H Ahmad Mujahidin mengatakan, SK penangkatan CPNS rekrutmen tahun 2021 sudah disiapkan. “Nantinya tinggal pelantikan dan penyerahan SK oleh Wali Kota Mataram,” singkatnya. (gal)