Kesehatan Hewan Kurban Dicek

DICEK: Petugas DPPKKP KLU mengecek hewan kurban di sentra penjualan kambing di Dusun Karang Nangka Desa Sokong Kecamatan Tanjung, Kamis (8/9) (ZULKIFLI/RADARLOMBOK)

TANJUNG-Dinas Pertanian Pekebunan Kehutanan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Utara (DPPKKP KLU) mengecek hewan kurban di sejumlah titik penjualan, Kamis (8/9).

Beberapa titik ini sebelumnya sudah dicek oleh petugas UPTD di bawah DPPKKP. Dari hasil pengecekan yang ada, hewan kurban yang diperjualbelikan dominan dalam kondisi baik dan sehat.

Para petugas dikoordinir Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DPPKKP KLU, Saeful, mengecek antemortem hewan kurban, atau yang tampak dari luar seperti kesehatan kulit, mata, mulut dan lainnya. Sementara untuk pengecekan postmortem atau bagian dalam sendiri akan dilakukan nanti setelah hewan kurban itu dipotong. Apakah layak konsumsi atau tidak. “Sejauh ini dari pengecekan antemortem yang kita lakukan, kondisi hewan kurban baik dan sehat. Untuk postmortem sendiri, nanti pihak kami juga akan turun,” terang Saeful saat melakukan pengecekan kesehatan hewan kurban di lokasi penjualan kambing di Dusun Karang Nangka Desa Sokong Kecamatan Tanjung.

Menurut Saeful, jika di dalam pengecekan antemortem ditemukan hewan kurban yang sakit atau luka lecet, maka diobati dari luar. Pihaknya sendiri tidak memberikan suntikan khususnya menjelang dua minggu dilakukan pemotongan hewan kurban, karena dikhawatirkan cairan suntikan berpengaruh pada kualitas daging nantinya.

KLU sendiri memiliki tiga dokter hewan dan sejumlah paramedik yang membantu melakukan pengecekan kondisi hewan kurban. Tiga dokter ini sendiri berada di UPTD Tanjung sebagai Kepala UPTD, kemudian di UPTD Bayan sebagai Kepala UPTD, serta satu dokter hewan sebagai staf di DPPKKP. “Kita punya lima UPTD di masing-masing kecamatan. Karena tidak semua ada dokter hewannya, maka paramedik yang membantu,” terangnya.

Saeful menambahkan, jumlah hewan kurban di KLU cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya. Tahun 2015 saja sesuai data yang dihimpun dari masjid dan pondok pesantren, totalnya ada 384 kambing dan 168 sapi.

Kemudian untuk pemotongan sendiri kata Saeful, beberapa petugas masjid di KLU sudah diberikan pelatihan di Mataram terkait bagaimana cara melakukan pemotongan yang baik dan benar, mulai dari merebahkan hewan kurban, menyembelih, hingga memotong-memotong per bagian tubuh hewan kurban.

Martadi salah seorang pedagang dan peternak kambing di Dusun Karang Nangka Desa Sokong mengatakan, tahun ini dirinya bersama rekan menyiapkan 100 lebih kambing. Hingga Kamis kemarin, 80 lebih sudah laku terjual. Beberapa di antaranya sudah diambil dan sisanya dititipkan sebelum dikurbankan.

Adapun harga hewan kurban yang dijualnya berkisar antara Rp 1,5 juta sampai Rp 5 juta. Harga Rp 5 juta sendiri khusus untuk kambing etawa yang ukuran badannya cukup besar. “Yang jelas kalau untuk hewan kurban itu ada kenaikan harga sampai Rp 500 ribu dibandingkan hari biasa. Itu dikarenakan kebutuhan yang sangat tinggi, bahkan banyak juga yang dibawa ke Mataram,” terangnya.

Ditambahkannya, memang bukan rahasia, banyak pedagang hewan kurban dari Mataram, Lombok Barat dan Lombok Timur datang mencari sapi dan kambing ke KLU. Selain karena harganya lebih murah, kualitas dagingnya juga lebih bagus. “Di sini kan makannya alami, makanya dagingnya bagus, harganya juga murah. Kalau di Mataram, jelas harganya lebih mahal lagi,” tandasnya. (zul)