Kereta Gantung Rinjani Mulai Dibangun

GROUNDBREAKING: Suasana groundbreaking ceremony kereta gantung Rinjani di Taman Hutan Raya Nuraksa Desa Karang Sidemen Kecamatan Batukliang Utara, Minggu (18/12). (M Haeruddin/Radar Lombok)

PRAYA – Rencana pembangunan kereta gantung menuju Gunung Rinjani akhirnya menemui harapan baru. Ini setelah PT Indonesia Lombok Resort bersama Pemprov NTB dan Pemkab Lombok Tengah melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan kereta gantung itu di Desa Karang Sidemen Kecamatan Batukliang Utara, Minggu (17/12). Investor asal negara Cina itu memulai mewujudkan impian masyarakat NTB setelah melewati serangkaian proses panjang.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah yang hadir dalam kesempatan itu menyatakan, pembangunan kereta gantung ini sebagai wujud perjalanan panjang yang harus dimulai dengan langkah pertama. Dengan dimulainya pembangunan ini sebagai bukti keseriusan pihak investor dalam hal melakukan pembangunan di daerah itu. “Tinggal bagaimana kita terus intens melakukan sosialisasi dan komunikasi dengan masyarakat untuk antisipasi apa yang menjadi keluhan mereka. Misalnya ditakutkan nanti kalau ada kereta gantung, nasib para porter seperti apa. Tapi kita tidak ingin menjadikan anak bangsa selamanya menjadi porter,” ungkap Zulkieflmansyah saat groundbreaking ceremony kereta gantung Rinjani di Taman Hutan Raya Nuraksa Desa Karang Sidemen, kemarin.

Dikatakannya, pembangunan kereta gantung ini akan tuntas pada tahun 2025. Sebelum pembangunan tuntas, maka masyarakat setempat akan diberikan pembinaan agar bisa diberdayakan ketika kereta gantung sudah beroperasi dan tentunya bisa mendatangkan manfaat. “Meski tidak jadi porter tapi nantinya masyarakat bisa memiliki skil baru agar tidak menjadi penonton di wilayah sendiri. Karena pembangunan akan tuntas tahun 2025, sebelum itu, semua hal harus kita siapkan. Apalagi nilai investasinya besar meski kalau total bisa ditanyakan langsung kepada investornya,” tambahnya.

Baca Juga :  Kepala Daerah dan DPRD KLU Terancam Tak Digaji 6 Bulan

Selain pembangunan kereta gantung, Zulkiefli menambahkan, akan banyak juga pembangunan berbagai sarana pendukung lainnya. Semua ini tentu akan mendatangkan berbagai manfaat bagi masyarakat. Hal ini sudah terbukti di Cina, wisatawan bisa datang berkunjung hingga 400 juta. Sedangkan di Provinsi NTB, hanya angka satu juta kunjungan wisatawan saja sudah dianggap banyak. “Makanya saat kereta gantung sudah ada, maka tentu jalan juga akan diperbaiki. Dan, kita jangan melihat pembangunan ini akan mendegradasikan lingkungan, karena dengan investor yang bagus maka kita akan memiliki kemampuan untuk memperbaiki lingkungan. Dengan sains dan teknologi, maka kita bisa membangun dengan tidak mengganggu pohon,” terangnya.

Bupati Lombok Tengah, H Lalu Pathul Bahri dalam kesempatan itu menambahkan, kereta gantung ini merupakan proyek investasi yang luar biasa bagi peningkatan pariwisata yang selama ini dikembangkan pemda. Terlebih, di wilayah selatan ada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dengan berbagai event, baik MotoGP dan WSBK. Maka di satu sisi, dengan adanya kereta gantung ini akan membuat pariwisata semakin meningkat. “Maka akses pendukung menjadi pikiran kita bersama. Bahkan kita akan kolaborasi dengan Pemprov NTB agar jalan menuju kereta gantung diperlebar. Kita juga akan bangun berbagai infrastruktur pendukung lainnya agar segala sisi bisa berjalan. Termasuk dari Desa Lantan menuju kereta gantung ini juga harus ada jalan, tapi nanti kita lihat petanya,” terangnya.

Baca Juga :  Lembaga Adat Sasak Deklarasi Cak Imin Capres 2024

Pathul mengaku, kereta gantung ini sudah menjadi impian bersama. Desain pembangunan ini juga luar biasa. Semua ini akan sangat membantu dalam hal pengembangan pariwisata dan tentunya akan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. “Maka saat ini peningkatan sumber daya manusia (SDM) harus menjadi prioritas, karena SDM lokal harus dimanfaatkan,” cetusnya.

Manajer PT Indonesia Lombok Resort, Mr Sicici menerangkan, momentum peletakan batu pertama ini merupakan momen berbahagia karena bertepatan dengan HUT Provinsi NTB. Ia berharap dengan peletakan batu pertama ini menjadi awal cemerlangnya berbagai sektor di daerah itu. “Kita berharap suport dari semua pihak karena ini tidak hanya berbicara tentang pariwisata dan ikon pembangunan ini menjadi awal yang cemerlang,” tambahnya. (met)

Komentar Anda