Keren, Pedagang di Pasar Narmada Transaksi Menggunakan QRIS

TRANSAKSI DIGITAL: Kantor Perwakilan Bank Indonesia memfasilitasi pedagang di pasar tradisional Narmada untuk memanfaatkan layanan transaksi QRIS. ( DEVI HANDAYANI / RADAR LOMBOK)

MATARAM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB terus menggencarkan transaksi non tunai di semua lini dengan memanfaatkan teknologi digital, yakni aplikasi QRIS. Bahkan, ratusan pedagang di pasar tradisional Narmada, kini sudah mulai memanfatkan layanan transaksi berbasis digital QRIS. Bank Indonesia Provinsi, Senin (13/12) meluncurkan secara resmi pemanfaatan layanan transaksi non tunai QRIS untuk ratusan pedagang di pasar tradisional Narmada, Kabupaten Lombok Barat.

Transaksi secara digital semakin berkembang, tidak hanya usaha besar saja, tapi kini juga mulai menyasar para pedagang kecil di pasar tradisional mulai menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran. Sebanyak 634 pedagang di pasar tradisional Narmada sudah menggunakan QRIS untuk bertransaksi.

Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB Heru Saptaji menerangkan, bahwa transaksi digital yang inklusif adalah salah satu dari lima strategi BI dalam peningkatan ekonomi daerah. Apalagi cara pembayaran digital saat ini tidak hanya digunakan oleh pedagang modern atau pedagang berskala besar saja, bahkan pedagang pasar tradisional pun bisa menggunakan layanan yang sama.

BACA JUGA :  55.260 Orang NTB Terdaftar Penerima Kartu Prakerja

“Ratusan pedagang di pasar tradisional Narmada telah memiliki QRIS dan dapat digunakan untuk bertransaksi,” kata Heru Saptaji.

Heru menyebut, jika saat ini penggunaan QRIS di NTB terdapat 125.005 merchant yang tersebar di seluruh pelosok NTB dan 13.152 diantaranya berada di Kabupaten Lombok Barat. Secara nasional, jumlah merchant QRIS mencapai 13 juta dengan tren transaksi yang terus mengalami peningkatan.

Rata-rata pertumbuhan volume transaksi selama bulan Januari hingga Oktober mencapai 151,49 persen (yoy) dengan rata-rata pertumbuhan nilai transaksi mencapai 143,68 persen (yoy) pada periode yang sama. QRIS yang diterbitkan oleh BNI untuk di pasar tradisional Narmada, Lombok Barat tersebut saat ini dapat menerima pembayaran dengan menggunakan berbagai jenis aplikasi pembayaran yang dimiliki di telepon genggam masyarakat. Terlebih saat ini cara bertransaksi juga sesuai dengan penerapan protocol kesehatan Covid-19.  Di mana seluruh proses transaksi tidak melibatkan adanya kontak fisik antara penjual dan pembeli.

BACA JUGA :  Waspada Penipuan Pendaftaran Subsidi Listrik Melalui Website

“Tidak hanya bersama BNI, lembaga lain dapat turut serta memberikan dukungan peningkatan pembayaran non tunai masyarakat NTB,” ujarnya.

Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid mengatakan, upaya yang dilakukan berbagai pihak sehingga implementasi transaksi non tunai di pasar tradisional Narmada dapat terwujud. Hal ini merupakan bentuk nyata kelanjutan dari pembentukan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) dan selaras dengan slogan “Berioq to Digital”. Sebanyak 634 pedagang tetap di Pasar Narmada telah memiliki QRIS yang dapat digunakan untuk bertransaksi setiap hari.

“Dengan adanya sarana baru dalam bertransaksi ini dapat meningkatkan kesejahteraan pedagang melalui transaksi efisien, kesehatan terjaga, sehingga ekonomi dapat terus tumbuh dan mendukung pemulihan ekonomi nasional dengan ekonomi digital,” katanya. (dev)