Kerap Disebut Dampingi Iqbal, IDP: Tergantung SK Golkar

IQBAL-IDP: Jubir Kemenlu Lalu Muhammad Iqbal, dan Bupati Bima Indah Damayanti Putri (IDP) disebut akan berpasangan pada kontestasi Pilgub NTB. (IST/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Bupati Bima, Indah Dhamayanti Putri (IDP) menjadi salah satu tokoh nama yang disebut-sebut bakal meramaikan bursa kandidat calon wakil gubernur (Cawagub) pada kontestasi pemilihan gubernur (Pilgub) NTB.

Terbukti belakangan ini IDP kerap menjadi incaran para bakal calon gubernur (Bacagub) NTB untuk dijadikan pendamping pada kontestasi Pilgub NTB 2024. Bahkan Bacagub NTB yang juga Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, Lalu Muhammad Iqbal, kerap mengklaim kalau IDP yang akan menjadi Bacawagub pendampingnya.

Jubir Kemenlu RI ini bahkan menyempatkan hadir pada perayaan HUT Kabupaten Bima yang ke-384, di Bima, sekaligus meresmikan Posko pemenangannya di Kecamatan Woha.

Lantas, seperti apa tanggapan IDP terkait nama dirinya yang disandingkan dengan Lalu Muhammad Iqbal sebagai Bacagub/Bacawagub pada kontestasi Pilgub NTB? IDP mengatakan bahwa sebagai kader Partai Golkar, dirinya sejauh ini masih menunggu keputusan DPP terkait arah dukungan di Pilgub NTB.

“Kita mau pastikan dulu, apakah Partai Golkar akan memberikan rekomendasinya kepada saya, atau seperti apa,” kata Ketua DPD Partai Golkar Bima ini, Sabtu (6/7) lalu.

Menurutnya, keputusan final DPP Partai Golkar akan dilakukan pada Agustus mendatang. “Kita lihat saja nanti menjelang pendaftaran di Agustus nanti,” ujar IDP.

Baca Juga :  Komnas Perempuan Atensi Kasus Pelecehan Seksual Oknum Pimpinan Ponpes

Meski demikian, IDP mengakui adanya jalinan komunikasi yang terbangun secara baik dan intens dengan Jubir Kemenlu Lalu Muhammad Iqbal tersebut. “Ada beberapa hal yang memang direncanakan, termasuk kunjungan beliau (Lalu Muhammad Iqbal, red), selain menghadiri Hari Jadi Kabupaten Bima,” ucap Bupati Bima dua periode tersebut.

Selain mengundang Lalu Iqbal, IDP juga mengaku turut mengundang para Bacagub lainnya untuk hadir di Hari Jadi kabupaten Bima. Hanya saja, dari sejumlah Bacagub yang diundang, hanya Lalu Iqbal yang berkesempatan hadir.

“Kunjungan beliau (Lalu Iqbal) juga adalah melakukan sosialisasi, dan juga melakukan koordinasi dengan Parpol yang sudah memberikan surat tugas kepada beliau. Pada intinya kita mohon do’a pada semuanya,” imbuhnya.

IDP mengatakan, saat ini dirinya tengah fokus untuk meningkatkan elektabilitas atau keterpilihan jelang survei tahap kedua yang akan dilakukan pada bulan Juli ini. Karena mengacu kepada surat tugas dari DPP Partai Golkar, IDP diperintahkan oleh partai untuk menjalin komunikasi politik dengan Lalu Iqbal.

Karena itu dirinya melakukan pemasangan baliho sosialisasi secara masif, yang diharapkan bisa berdampak terhadap peningkatan elektoralnya di kontestasi Pilgub NTB. “Ini adalah perintah partai yang kami harus jalankan saat ini. Kita harapkan ada peningkatan elektabilitas,” harap IDP.

Baca Juga :  Nelayan Mulai Kesulitan Beli BBM Mahal

Diungkapkan, saat ini Partai Golkar ingin memastikan sejumlah kadernya yang sudah diberikan surat tugas untuk melaksanakan secara maksimal. “Sehingga nanti hasilnya kita kembalikan kepada partai, siapa nanti yang akan mempeoleh SK rekomendasi dukungan,” jelasnya.

Sebelumnya, Sekretaris DPD Partai Golkar NTB Firadz Pariska menegaskan bahwa Partai Golkar dipastikan akan memberikan SK rekomendasi usungan kepada salah satu kader atau pasangan calon (Paslon) tersebut. “SK rekomendasi dukungan tentu akan diberikan kepada salah satu kader atau Paslon. Tidak mungkin lebih,” katanya.

Namun demikian, dia mengatakan sejauh ini pihaknya belum mengetahui siapa kader atau Paslon yang akan diberikan SK rekomendasi usungan oleh partai di kontestasi Pilgub NTB. Sebab itu, sebelum SK rekomendasi usungan diterbitkan, partai sudah meminta kepada sejumlah kader atau tokoh yang telah diberikan surat tugas oleh DPP Partai Golkar untuk maju di kontestasi Pilgub NTB, agar lebih intens melakukan kerja-kerja elektoral.

Partai membuka ruang secara fair kepada kader tersebut, maupun tokoh untuk berikhtiar dan bersaing untuk meningkatkan elektoral, guna memperoleh SK rekomendasi usungan partai. “Persoalan siapa diujung nanti yang diberikan SK rekomendasi usungan, kami belum (mengetahui),” imbuhnya. (yan)

Komentar Anda