Kerajinan Penangkap Mimpi Diminati Wisatawan Asing

Kerajinan Penangkap Mimpi
Nurul Azmi, perajin Kerajinan tangan yang dikenal dengan sebutan dreamcatcher atau penangkap mimpi asal Batu Layar, Lombok Barat menunjukan hasil karyanya. (DEVI HANDAYANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Kerajinan tangan yang dikenal dengan sebutan dreamcatcher atau penangkap mimpi yang biasanya digantung didepan kamar tidur cukup diminati wisatawan domestik hinggga wisatawan asing. Kerajinan ini memiliki nilai daya tarik yang cukup banyak, dimana karajinan dreamcatcher tersebut digunakan sebagai hiasan dan pajangan untuk cafe serta vila.

Salah seorang perajin dreamcatcher,  Nurul Azmi memulai usaha pembuatan dreamcatcher atau penangkap mimpi sejak dua tahun lalu tepatnya taun 2015. Kerajinan ini ini kini semakin berkembang. Bahkan Nurul telah memiliki Art Shop di Bali dan untuk di wilayah Senggigi, hanya Nurul satu-satunya pembuat dreamcatcher. Kendati demikian, kerajinan dreamcatcher cukup banyak diminati oleh wisatawan asing dan beberapa wisatawan lokal yang datang berkunjung ke tempatnya.

“Banyak juga bule-bule yang vilanya disekitar sini pesan dreamcatcher. Karena banyak dari mereka suka seni apalagi kerajinan dreamcatcher ini menurut mereka bisa menangkap mimpi, tutur Nurul Azmi, Sabtu (23/6).

Nurul awalanya membuat hanya untuk di pajang saja. Tetapi ada beberapa tamu yang datang ke Art Shop melihat dan tertarik dengan kerajinan dreamcatcher  hasil karya Nurul tersebut. Untuk saat ini saja Nurul telah mengirim kerajinannya hingga ke Australia dan beberapa negara lainnya. Tetapi itu hanya untuk satu pelanggannya saja. Karena Nurul lebih memilih menjual kerajinannya secara offline, agar pembeli dan wisatawan dapat memilih dan melihat langsung bagaimana bentuk serta bahan yang digunakannya.