Kerajinan Ketak Tas Raisa Tembus Pasar Eropa

Kerajinan Ketak Tas Raisa
Para pengrajin ketak asal Desa Karang Bayan, Kecamatan Lingsar, saat memproduksi berbagai kerajinan anyaman berbahan baku ketak.

GIRI MENANG – Industri kerajinan ketak berbahan baku rotan asal, Karang Bayan, Lingsar, Lombok Barat ini mulai kebanjiran pesanan. Tak hanya pembeli dari Provinsi NTB dan dalam negeri saja, melainkan produksi kerajinan Ketak dari pengrajin, Awidi ini juga sudah tembus hingga pasaran internasional baik Asia, hingga Eropa.

“Produk ketak kami ini sudah masuk pasar ekspor bebrapa negara di Asia dan Eropa,” kata salah seorang pelaku usaha kerajinan ketak, Awidi, Senin (2/4).

Ketak merupakan kerajian yang terbuat dari akar-akaran dan dapat dibuat menjadi berbagai macam bentuk kerajianan. Salah satunya saat ini tengah trend yaitu tas roda atau biasa dikenal dengan tas raisa. Bahkan produk kerajinan ketak khususnya jenis tas Raisa karya Awidi tengah kebanjiran orderan. Hingga para pengrajin kewalahan, dengan banyaknya permintaan tas Raisa ini.

Awidi mengaku jika kini banyak dari para penglangannya memesan tas Raisa tersebut. Dalam satu minggu Awidi dapat menerima orderan hingga 1.000 pcs. Saat ini yang order sudah sampai ke Jepang, India dan Turki serta beberapa negara Eropa lainnya. Tapi kalau yang Turki di ekspor langsung, sedangkan untuk pemesanan Jepang dan India Awidi bermitra dengan agen di Jakarta dan Jawa Barat.

“Untuk pengiriman beberapa negara di Asia, kami melalui mitra di Jakarta dan Jawa Barat, “ tutur Awidi.

Ia mengatakan, bahwa untuk pemasaran internasional lebih banyak pesanan dari Jepang, dari berbagai macam kerajinan ketak seperti tas Raisa, tempat sendok, tempat roti dan lain-lainya. Sementara itu, untuk pemasaran nasional Awidi telah banyak reseller tersebar di Indonesia. Salah satunya telah sampai ke wilayah Aceh.

Banyaknya peminat kerajinan ketak, membuat Awidi semakin kebanjiran pesanan dari dalam negeri hingga luar negeri.Tidak hanya tas roda saja diproduksi, tetapi masih banyak kerajinan lain menjadi minat para pelanggannya.

Beberapa kerajinan ditawarkan, mulai dari tatakan gelas hingga keranjang cucian. Harganya yang dipatok bervariasi mulai dari Rp5 ribu hingga Rp1juta. Kerajinan ketak ini merupakan kerajinan yang tidak kalah kualitasnya dengan bahan lainnya. Salah satu kelebihan dari ketak yaitu anti rayap dan tahan lama.

Awidi juga membentuk kelompok untuk kerajinan ketak, kini anggotanya telah mencapai 341 anggota dan diantaranya ada 15 orang pengepul. kelompok

tersebut, dapat membantu para pengarajin ketak untuk memasarkan hasil kerajinannya.

‘Alhamdulillah untuk omzet rta-rata perhari itu diangka Rp15 juta,” tutupnya.(cr-dev)