Keracunan Gas, Tiga PMI NTB Meninggal di Malaysia

Mangiring Hasoloan Sinaga (FAISAL HARIS/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Tiga orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTB meninggal dunia di Malaysia. Ke tiga orang pahlawan devisa ini mengalami kecelakaan kerja di sebuah perusahaan tambang, yang mengakibatkan 3 orang meninggal dunia diduga karena keracunan gas.

Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTB, Mangiring Hasoloan Sinaga menyebutkan bahwa 3 (tiga) orang Pekerja Migran tersebut, berasal dari Desa Mapin Rea, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa.

Menurut informasi salah satu keluarga dari tiga PMI tersebut, jenazah mereka saat ini berada di rumah sakit di Malaysia untuk menjalani pemeriksaan, sambil menunggu pengurusan dokumen untuk proses kepulangan ke Indonesia.

Setelah menerima informasi terkait kecelakaan kerja yang dialami oleh Pekerja Migran Indonesia asal Sumbawa, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terkait kebenaran peristiwa.

“Pihak otoritas Malaysia masih mengadakan pemeriksaan identitas dan penyebab. Setelah keluar hasilnya akan disampaikan juga ke KBRI Kuala Lumpur, jika ada WNI yang menjadi korban,” katanya, Kamis kemarin (22/12).

Ia mengakui bahwa jika benar korban adalah WNI, maka setelah menjalani pemeriksaan kelengkapan dokumen, jenazah akan dipulangkan ke Indonesia. Selanjutnya setelah tiba di Bandara Zainudin Abdul Madjid di Praya-Lombok, jenazah akan difasilitasi kepulangannya ke daerah asal oleh Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTB, ke daerah asal yaitu di Kabupaten Sumbawa.

Baca Juga :  Jumlah Penumpang Bandara dan Pelabuhan Menurun

“Kami siap untuk memfasilitasi kepulangan jenazah ke daerah asal. Kami masih menunggu informasi yang pasti terkait waktu kepulangannya. Kami juga terus melakukan komunikasi dengan pihak keluarga, dan salah seorang teman korban yang bekerja pada perusahaan yang sama, terkait kronologi kecelakaan tersebut,” ujarnya.

Pihaknya juga mengucapkan bela sungkawa kepada pihak keluarga. Dan bila identifikasi dan kebenaran korban adalah sebagaimana informasi yang diterima, maka BP3MI NTB siap membantu fasilitasi dan berkordinasi dengan instansi terkait.

Sementara informasi yang didapat Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB. Ke tiga PMI asal NTB itu diketahui bernama Febri Putra Arisandi, Jufri, dan Adnani. Mereka merupakan satu keluarga yang beralamat di Desa Mapin Rea, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa.

“Ini laporan keluarganya. Tetapi dokumennya belum ada sampai saat ini,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi.

Dikatakan Gede, bahwa laporan itu disampaikan keluarga melalui NTB Care. Dimana dalam laporan pihak keluarganya meminta bantuan pemulangan jenazah.

Baca Juga :  Antisipasi Omicron XBB, Pengawasan BIZAM Diperketat

Namun setelah dilakukan penelusuran lanjutan kepada pihak keluarga. Ke tiga almarhum ini diketahui tidak memiliki dokumen resmi pemberangkatan ke Malaysia.

“Kita hanya dikirimi KK oleh keluarganya. Paspornya tidak ada. Katanya sih pakai paspor pelancong. Tapi tidak tahu dimana buat paspornya. Bisa jadi ke Malaysia berangkat secara ilegal. Kita cek di Sisko tidak ada data base-nya. Katanya berangkat dari Batam, sekitar enam bulan lalu,” tutur Gede.

Karena itu, pihaknya hanya bisa berkoordinasi dengan Kedutaan RI di Malaysia. Itu pun harus ditunjukkan dokumen pemberangkatannya untuk memudahkan pelacakan.

“Mau dilacak ke mana? Tidak ada dokumen pendukung dia di Malaysia dan bekerja. Tetapi kita upayakan koordinasi dengan Kedutaan atau Atase di sana. Kalau dia diberangkatkan perusahaan, bisa kita tekan perusahaannya agar bertanggung jawab untuk seluruh prosesnya. Mungkin almarhum ini ke Malaysia tanpa perusahaan, dan kerja serabutan disana,” duganya.

Gede juga menegaskan, bagi masyarakat NTB yang hendak bekerja ke luar negeri, supaya menggunakan jalur resmi. “Karena jika terjadi sesuatu, maka pemerintah bisa lebih cepat melakukan penanganan, dan hak-haknya sebagai pekerja juga bisa diperjuangkan,” pesan Gede. (sal)

Komentar Anda