Kepengurusan Caretaker PKB Dikabarkan Berakhir

PKB

MATARAM—Kepengurusan caretaker Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) NTB dibawah kepemimpinan Fathan Subhi rumornya resmi dicabut. Partai ini kembali mengaktifkan masa kepemimpinan H Najamudin Mustafa selaku ketua dan Akhdiansyah selaku sekretaris.

Ketua Gerakan Kebangkitan Petani (Gerbang Tani) NTB, Muhammad Akbar Jadi mengatakan, kepengurusan caretaker PKB NTB yang sempat dipimpin Fathan Subah Subhi resmi dicabut pengurus induk partai. Pencabutan ini diiringi dengan mengaktifkan kembali kepemimpinan H Najamudin Mustafa dan Akhdiansyah.

“Itu kebijakan dari pengurusan pusat. Masa kepemimpinan caretaker Fathan Subhi sudah berakhir,” ungkapnya, Senin (5/12).

Pencabutan kepengurusan Fathan Subhi, jelasnya, disertai dengan maklumat dari pengurus pusat bahwa kepengurusan Mustafa Najamudin dan Akhdiansyah berlaku hingga 2017 mendatang. Dengan aktifnya kembali kepengurusan ini, semua jajaran dan elemen PKB di NTB diminta taat dan patuh terhadap keputusan pusat.

Pria yang akrab dipanggil Viken Madrid ini juga membeberkan, dengan kepengurusan yang diaktifkan itu, semua komponen PKB di NTB diimbau tidak lagi gonjang-ganjing soal Musyawarah Wilayah (Musywil). Ini karena ketetapan Muswil akan diputuskan oleh pengurusan pusat PKB.

Sembari menunggu instruksi pelaksanaan Muswil, jelasnya, kader dan pengurus PKB diminta menyibukan diri dengan kerja-kerja partai. Ini mengingat momentum pelaksanaan pilkada 2018 sudah kian dekat.

“Sudah tidak ada lagi waktua berkonflik dan main manuver. Kita sibukan diri dulu merapikan kerja partai,” ujarnya.

Terpisah, H Najamudin Mustafa yang dikonfirmasi terkait diaktifkan lagi dirinya sebagai ketua mengaku tidak tahu. Dengan ragu ia mengatakan bahwa ia sempat mendengar kabar tersebut.

“Saya juga sempat mendengar kabar itu, tapi kejelasannya saya kurang tahu,” timpalnya.

Lantaran tidak mengetahui dirinya diaktifkan kembali memimpin partai berbasis warga nahdliyin itu, Najamudin meminta menghubungi mantan sekretarisnya, Akhdiansyah.

Dari pesan singkat yang dikirimkan Radar Lombok kepada Akhdiansyah, ia juga menyampaikan hal serupa. Dirinya sejauh ini belum mengetahui proses pencabutan caretaker yang dipimpin Subhi Fathan. “Coba saya cek dulu di DPP,” balasnya. (rzq)

BACA JUGA :  PKB Akan Usung Cabup Terkuat

MATARAM—Kepengurusan caretaker Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) NTB dibawah kepemimpinan Fathan Subhi rumornya resmi dicabut. Partai ini kembali mengaktifkan masa kepemimpinan H Najamudin Mustafa selaku ketua dan Akhdiansyah selaku sekretaris.

Ketua Gerakan Kebangkitan Petani (Gerbang Tani) NTB, Muhammad Akbar Jadi mengatakan, kepengurusan caretaker PKB NTB yang sempat dipimpin Fathan Subah Subhi resmi dicabut pengurus induk partai. Pencabutan ini diiringi dengan mengaktifkan kembali kepemimpinan H Najamudin Mustafa dan Akhdiansyah.

“Itu kebijakan dari pengurusan pusat. Masa kepemimpinan caretaker Fathan Subhi sudah berakhir,” ungkapnya, Senin (5/12).

Pencabutan kepengurusan Fathan Subhi, jelasnya, disertai dengan maklumat dari pengurus pusat bahwa kepengurusan Mustafa Najamudin dan Akhdiansyah berlaku hingga 2017 mendatang. Dengan aktifnya kembali kepengurusan ini, semua jajaran dan elemen PKB di NTB diminta taat dan patuh terhadap keputusan pusat.

Pria yang akrab dipanggil Viken Madrid ini juga membeberkan, dengan kepengurusan yang diaktifkan itu, semua komponen PKB di NTB diimbau tidak lagi gonjang-ganjing soal Musyawarah Wilayah (Musywil). Ini karena ketetapan Muswil akan diputuskan oleh pengurusan pusat PKB.

Sembari menunggu instruksi pelaksanaan Muswil, jelasnya, kader dan pengurus PKB diminta menyibukan diri dengan kerja-kerja partai. Ini mengingat momentum pelaksanaan pilkada 2018 sudah kian dekat.

“Sudah tidak ada lagi waktua berkonflik dan main manuver. Kita sibukan diri dulu merapikan kerja partai,” ujarnya.

Terpisah, H Najamudin Mustafa yang dikonfirmasi terkait diaktifkan lagi dirinya sebagai ketua mengaku tidak tahu. Dengan ragu ia mengatakan bahwa ia sempat mendengar kabar tersebut.

“Saya juga sempat mendengar kabar itu, tapi kejelasannya saya kurang tahu,” timpalnya.

Lantaran tidak mengetahui dirinya diaktifkan kembali memimpin partai berbasis warga nahdliyin itu, Najamudin meminta menghubungi mantan sekretarisnya, Akhdiansyah.

Dari pesan singkat yang dikirimkan Radar Lombok kepada Akhdiansyah, ia juga menyampaikan hal serupa. Dirinya sejauh ini belum mengetahui proses pencabutan caretaker yang dipimpin Subhi Fathan. “Coba saya cek dulu di DPP,” balasnya. (rzq)