Kepanikan Warga Taman Ayu Ketika Gelombang Pasang Datang Menerjang

Nasrullah Langsung Bangunkan Anak Istri, Tak Bisa Selamatkan Harta

Gelombang Pasang
TERGENANG: Warga Dusun Taman Desa Taman Ayu Kecamatan Gerung masih merasakan dampak gelombang pasang (banjir rob) hingga kemarin. (ZULFAHMI/RADAR LOMBOK)

Tidak ada angin, tidak ada hujan. Juga tanpa ada tanda-tanda ombak di pesisir Lombok Barat. Tiba-tiba menjadi ganas hingga menyebabkan ratusan jiwa menjadi korban di Dusun Taman Desa Taman Ayu Kecamatan Gerung Lombok Barat.


*ZULFAHMI-LOMBOK BARAT*


DEBUUUURR… suara deburan ombak mengempas pesisir pantai Enduk Dusun Taman. Ratusan warga yang tinggal di pesisir pantai Enduk ini tidak pernah menduga Rabu malam (25/7), menjadi hal yang mengerikan bagi mereka. Tidak ada kode alam yang mereka lihat di sekitar mereka. Namun, ternyata malam itu menjadi malam yang mengerikan. Warga sekitar diterjang ombak ganas sehingga menyebabkan banjir dan menggenangi rumah tempat tinggal mereka.

BACA JUGA: Gelombang Pasang Terjang Warga Pesisir, Ratusan Jiwa Jadi Korban

Orang yang paling terkejut dengan kejadian ini tentunya adalah Nasrullah warga yang rumahnya paling dekat dengan bibir pantai. “Airnya datang secara tiba-tiba setelah ada suara deburan ombak yang cukup keras,” tuturnya.

Mendengar suara ombak yang begitu keras, ia segera terbangun dari tempat tidurnya dan keluar untuk melihat kondisi di luar. Ternyata yang datang terjadi air sudah masuk di teras rumahnya yang tercampur dengan pasir yang dibawa air. Melihat kejadian itu, ia tidak berpikir panjang langsung membangunkan anak dan istri untuk segera menyelamatkan diri. ‘’Tidak berpikir yang lain saya fokus menyelematkan anak dan istri,” tuturnya.

Saat koran ini berada di depan rumah Nasrullah, rumahnya sudah dipenuhi pasir. Mulai dari teras hingga masuk ke dalam ruangan tamu dan kamar tidur. Rumah  bercat warna merah dengan dua pintu utama dan dua jendela tersebut, untuk beberapa hari ini tentunya tidak bisa dimanfaatkan lagi. Karena sebagian sudah rusak diterjang. Barang-barang perabot rumah tangga juga masih terlihat berada di dalam tertimbun pasir. “Semua barang-barang seperti prabot rumah tidak bisa saya selamatkan,” ungkapnya.