Kepanikan Warga Lombok Diguncang Gempa 6,4 Skala Richter (Bagian 3-Habis)

Tiga Hari Terjebak di Rinjani, Sekali Minum Hanya Seteguk

Gempa Lombok
DIEVAKUASI : Suharti, salah seorang pendaki asal Jakarta yang berhasil dievakuasi bersama lima pendaki lainnya setelah tiga hari terjebak di Segara Anak. (MUHAMMAD GAZALI/RADAR LOMBOK)

Gempa tektonik berkekuatan 6,4 SR tak hanya menyisakan duka mendalam korban saja, tapi juga para pendaki Gunung Rinjani. Mereka harus berhadapan dengan gempa dahsyat itu dengan ketinggian sebagai sumber titik gempa.

BACA : Kepanikan Warga Lombok Diguncang Gempa 6,4 Skala Richter (Bagian 1)


*MUHAMMAD GAZALI – LOMBOK TIMUR*


TANGIS Suharti pecah ketika turun dari helikopter. Wajahnya pucat pasi. Dia tampak trauma dengan tragedi yang baru saja dialaminya. Suharti merupakan salah satu dari tujuh pendaki Gunung Rinjani yang terjebak selama tiga hari di kawasan Danau Segara Anak.

Lolos dari jebakan maut adalah kesyukuran yang tak bisa dibendungnya. Air matanya bercucuran ketika tim evakuasi membopongnya dari atas helikopter. Bersama lima orang temannya, Suharti mendaki dipandu guide dan porter pada Jumat (27/7) lalu. Dia begitu takjub melihat panorama Gunung Rinjani. Sehingga setiap momen diabadaikannya dalam gambar.

Minggu (29/7) hari kejadian, Suharti dan teman-temannya hendak pulang. Sebelum matahari terbit, dia sudah mulai membereskan barang-barangnya. Pukul 06.00 Wita, mereka berangkat dari Segara Anak menuju pelawangan. Sekitar 30 menit perjalanan, mereka merasakan guncangan yang dahsyat. Mereka sadar getaran itu adalah gempa.

Mereka pun panik seketika. Begitu juga dengan dengan pendaki lainnya. Terjalan bukit pendakian di sepanjang jalur menuju Segara Anak bergoyang. Guncangan gempa kian kencang. Tanah dan bebatuan bukit dan pegunungan di sekitar lokasi runtuh seketika menutupi jalur pendakian. ‘’Saya langsung teriak, ini gempa. Soalnya batu dan tanah sudah kelihatan berjatuhan. Kebetulan kita saat ini sedang di tebing,’’ tuturnya mengingat kejadian itu.