Kepala SMPN 17 Mataram Bantah Mengundurkan Diri

Kepala SMPN 17 Mataram Bantah Mengundurkan Diri
Ketua Komite SMPN 17 Mataram, Cukup Wibowo, kepala sekolah SMPN 17 Mataram H Woody Heyana dan Humas SMPN 17 Mataram H Saefudin Zuhri.(Abdi Zaelani/Radar Lombok)

MATARAM — Komite SMPN 17 Mataram membantah kepala sekolah mereka telah mengundurkan diri dari jabatannya. Sampai saat ini, Kepala SMPN 17 Mataram tidak pernah mengajukan surat pengunduran diri, baik secara tertulis maupun lisan sebagai kepala sekolah kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mataram.

“Mungkin maksud Plt Kadis Dikbud itu adalah kepala SMPN 18 Mataram yang sudah pensiun itu yang disebut . Sedangkan untuk SMPN 17 Mataram tidak pernah mengajukan surat pengunduran diri,” terang Ketua Komite SMPN 17 Mataram, Cukup Wibowo, Rabu kemarin (24/10).

BACA: Kepala Sekolah Ramai-Ramai Undurkan Diri

Cukup mengaku, sebagai ketua Komite SMPN 17 Mataram yang mewakili orang tua siswa langsung mendatangi Kepala SMPN 17 Mataram dan menjelaskan jika sampai saat ini tidak ada yang pernah mengundurkan diri. Tidak menutup kemungkinan Plt Kepala Dikbud Kota Mataram keliru menyebutkan sekolah. Kalau di SMPN 18 Mataram memang sudah pensiun karena usia.

“Siapapun bisa keliru untuk penyebutannya,’’ kata Cukup Wibowo.

Selanjutnya, Cukup kemudian menyampaikan langsung ke pada orang tua bahwa kepala SMPN 17 Mataram tidak pernah membuat pernyataan untuk mengundurkan diri sebagai kepala sekolah. Terlebih lagi berdasarkan hasil penilaian wali murid, bahwa, Kepala SMPN 17 Mataram dianggap sosok yang mampu menjadi penyemangat baik orang tua maupun siswa.

“Komitmen kita tidak lain untuk bersama-sama memajukan dunia pendidikan,’’ ucapnya.

Sementara itu, Humas SMPN 17 Mataram H Saefudin Zuhri menerangkan bahwa kepala SMPN 17 Mataram tidak pernah mengajukan surat pengunduran diri sebagai kepala sekolah.

“Bapak kepala SMPN 17 Mataram itu masa kerjanya masih lama puluhan tahun. Jadi tidak mungkin mengajukan pengunduran diri karena akan pensiun,” jelasnya.

Sebelumnya, Plt Kepala Dikbud Kota Mataram, Hj Suhartini menyebut ada beberapa kepala sekolah yang mengundurkan diri. Satu kepala sekolah sudah mengundurkan diri dengan menyerahkan surat resmi. Sementara lainnya mengajukan pengunduran diri melalui lisan dengan alasan ingin menjadi pengawas.

“Ada juga yang sebentar lagi masa pensiun seperti SMPN 17. Kalau yang alasan pribadi tentu tidak bisa saya ungkapkan,’’ ujarnya. (adi)