Kepala Dikes Lobar Positif Corona

dr.Ahmad Taufik Fathoni (Fahmy/Radar Lombok)

GIRI MENANG –  Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat, Hj. Ni Made Ambaryati, terkonfirmasi positif Covid-19. Ia terkonfirmasi positif pada minggu (31/1) lalu setelah melakukan swab. 

Kabid P3KL Dikes Lobar, dr. Ahmad Taufik Fathoni, membenarkan bahwa Kadikes positif Covid-19, dan saat ini tengah menjalani isolasi mandiri di rumahnya.” Benar, Ibu Kadis positif, sekarang saya sedang sama beliau memantau perkembangan kesehatannya,” ungkapnya, saat dikonfirmasi kemarin (1/2).

Dirinya menuturkan bahwa pihak Dikes Lobar telah melakukan swab masal terhadap seluruh staf Dikas yang kontak erat dengan Kadis dan hasilnya semua negatif, termasuk juga terhadap Sekdis semua Kabid.”Di Dikes yang positif hanya Ibu Kadis,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan terpapar Covid-19,  karena penularannya dari keluarganya yang juga sudah lebih dulu positif, dan di sana ada beberapa yang positif.”Kita duga tertular dari keluarganya yang sudah ada positif, tetapi sopirnya Bu Kepala Dikes negatif,” katanya.

Saat ini tim Dikes tetap turun melakukan pemantauan dan pengecekan kesehatan Kadikes Lobar, namun, orang-orang yang kontak erat lainnya seperti sopit negatif semua.

Setelah dinyatakan positif, Kepala Dikes Lobar tidak akan bisa menerima vaksin kedua. Sebelumnya ia sudah menerima vaksin. Karena sudah terkonfirmasi positif dan dirasa sudah memiliki anti bodi yang baik untuk melawan virus.

Terkait dengan pemberian vaksin, Fathoni mengatakan, berdasarkan data manual Dikes Lobar dari 2.146 nakes yang terdaftar, sebanyak 1.570 sudah divaksin atau sebesar 73,2 persen. Nakes yang tertunda atau komorbid sebesar 155 orang. Sedangkan nakes yang tidak bisa divaksin untuk kategori ibu menyusui, hamil dan pernah terkena Covid-19 sebanyak 288 orang.“Ini masih kami jalankan untuk vaksin yang belum selesai untuk Puskesmas dan rumah sakit yang belum mencapai 100 persen,” ungkapnya.

Menurutnya, pihak kementerian melalui Dinas Provinsi NTB sudah memberikan perpanjangan waktu vaksin bagi Puskesmas atau rumah sakit yang belum mencapai seratus persen. Termasuk untuk nakes yang komorbid. Karena vaksinasi tahap pertama untuk melihat secepat apa vaksin nakes dalam kurun waktu dua pekan.” Kita akan lanjutkan lagi untuk menghabiskan (vaksinasi) tahap pertama untuk nakes yang belum. Untuk komorbid yang tensinya dan kondisi sudah normal, silahkan melakukan vaksinasi,” jelasnya.

Diakuinya dari 20 Puskesmas di Lobar 15 Puskesmas sudah menyelesaiakan vaksin 100 persen. Lainnya rata-rata menyelesaikan di atas 60 persen. Jikapun ada Puskesmas yang rendah vaksinasinya, dinilainya karena terkendala aplikasi pusat.“Mudah-mudah minggu depan sudah habis semua divaksinasi,” harapnya.

Pihaknya memastikan stok vaksin untuk tahap kedua masih aman. Karena sejauh ini stok vaksin masih tersisa 2.573 dari 4.080 yang diterima Lobar.” Dinas kesehatan stoknya 1722 dosis, Puskesmas 851 dosis. Vaksin tidak akan kita kembalikan ke provinsi karena untuk tahap selanjutnya,” sambungnya.

Pihaknya pun cukup optimis vaksinasi ini bisa selesai semua. Karena kendala sistem aplikasi sudah dilonggarkan pihak kementerian.(ami)