Kepala Desa Dopang dan Guru SDN 1 Dopang Gunungsari Berdamai

Mediasi Kepala Desa Dopang dan guru SDN 1 Dopang, Gunungsari Lombok Barat, Selasa (20/9/2022). (IST/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG–Kesalahpahaman Kepala Desa (Kades) Dopang, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat dengan guru di SDN 1 Dopang telah diselesaikan secara damai.

Diketahui, Kades Dopang dalam video viral marah-marah dan mengamuk diduga akibat seorang anak yang dihukum oleh gurunya. Kades Dopang mendapat aduan dari beberapa orang tua murid di mana anaknya telah dipukul

Atas kejadian tersebut, pihak Bhabinkamtibmas Desa Dopang Bripka Dedy Irawan Polsek Gunungsari melakukan gerak cepat bersama Koramil Gunungsari membuka sebuah forum untuk melakukan mediasi, Selasa (20/9/2022).

Dengan dihadiri oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Barat, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat serta Guru dan Wali Murid, kasus ini dapat terselesaikan dalam forum mediasi.

Baca Juga :  Warga Gunungsari Ini Ditangkap Saat Hendak Menjual Pistol Rakitan

“Sudah damai kok. Kemarin langsung kami kumpulkan dan melakukan mediasi,” kata Kapolsek Gunungsari AKP Agus Eka Artha Sudjana,  Rabu (21/9/2022).

Selain itu, AKP Agus menanggapi isu liar yang di masyarakat bahwa anak murid yang bermasalah bukan merupakan anak Kepala Desa Dopang, melainkan anak dari warganya.

“Banyak yang menduga itu anak pak Kades. Tapi bukan, itu anak warganya yang melapor ke dia,” jelas AKP Agus.

Sebelum berdamai, AKP Agus menjelaskan bahwa pascakejadian Kades Dopang mengamuk, pihaknya langsung menerjunkan Bhabinkamtibmas Polsek Gunungsari.

Baca Juga :  Mencuri Tabung Gas di Taman Sari, Dua Remaja Minta Maaf

Juga berkoordinasi dengan Babinsa Koramil Gunungsari untuk melakukan pengamanan serta membuka forum mediasi Kepala Desa Dopang.

Dan pada saat mediasi, beberapa pihak telah menandatangani surat kesepakatan untuk berdamai.

“Sudah tanda tangan surat untuk tidak saling menuntut dalam hukum dan sepakat berdamai,” tutur AKP Agus.

Sementara itu AKP Agus menegaskan bahwa pihak Kepolisian tugasnya selain melakukan penegakan hukum, juga membuka forum mediasi untuk mencari solusi terbaik.

“Saya harap masyarakat tidak mudah terprovokasi atas isu yang beredar. Dan kami sebagai pihak Kepolisian akan terus melakukan upaya semaksimal mungkin untuk masyarakat,” pungkasnya. (RL)

Komentar Anda