Kapal Nelayan Lombok Barat Pecah di Jawa Timur, Satu Meninggal, Satu Hilang

enazah Marwin, nelayan asal NTB saat diperiksa oleh Tim Inafis Polres Tulungagung dan IKF RSUD dr. Iskak Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (3/9/2021). (FOTO Basarnas Pos SAR Trenggalek)

TULUNGAGUNG–Satu dari dua orang nelayan korban perahu pecah di Pantai Selatan Tulungagung, Jawa Timur, akhirnya ditemukan tim SAR dalam kondisi meninggal dunia.

“Korban bernama Marwih (24) ditemukan di sekitar Pantai Sanggar pada Kamis (2/9) sore sekitar pukul 16.00 WIB,” kata Koordinator Basarnas Pos SAR Trenggalek, Yoni Fahriza, Jumat (3/9).

Lokasi itu berjarak 2,5 mil laut dari titik korban mengalami kecelakaan laut bersama empat rekannya. Kondisi tubuh korban sudah membengkak dan mengeluarkan bau tak sedap. Kulit pada kaki sebagian sudah mengelupas. Lalu, kepala korban terdapat beberapa luka, terparah bagian belakangnya ada luka menganga sepanjang tiga centimeter. Rambut korban hilang, lantaran kulit kepalanya terkelupas.

BACA JUGA :  Pemkab Lombok Barat Cari Solusi Mengatasi Genangan Air di Senggigi

Dari hasil pemeriksaan identitas oleh Tim Inafis Polres Tulungagung dan keterangan keluarga, korban dipastikan Marwin. Dengan begitu, masih ada satu korban lagi yang masih dalam pencarian bernama Alfab Azis (25).

Basarnas saat ini mengoptimalkan pencarian dengan menyisir kawasan pesisir pantai dan akan terus diperluas jangkauannya sampai tujuh hari ke depan.

Hanya saja, ombak yang cukup besar dengan ketinggian sekitar 1-2 meter sedikit menghambat proses pencarian. Kecelakaan laut itu terjadi pada 31 Agustus lalu.

BACA JUGA :  Nambung Masuk Lobar, Loteng Anggap Putusan Mendagri Sepihak

Kapal yang ditumpang lima nelayan asal Desa Buwunmas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, NTB itu pun pecah usai dihempas ombak besar hingga menghantam batuan karang di sekitar Pantai Ngalur, Jengglungharjo, Tanggunggunung. Mereka pun tercebur laut dan sempat digulung ombak. Tiga nelayan berhasil berenang ke arah pantai dan selamat. Sedangkan dua lainnya, Marwih dan Alfab Azis yang baru dua hari ikut melaut terseret arus lalu hanyut. (antara/mcr13/jpnn)