Kendalikan Harga Pokok, TPID Gelar Operasi Pasar

Kendalikan Harga Pokok, TPID Gelar Operasi Pasar
OPERASI PASAR: Ketua Satgas Pangan NTB, Kombes Pol Anom Wibowo, Kepala BI NTB, Prijono, Kepala Bulog NTB, H. Achmad Ma’mun, dan Kepala Bidang PDN Disdag Mataram, H. Zaenal Arifin, melepas armada kendaraan operasi pasar, Selasa (17/10). (LUKMAN HAKIM/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Menjelang akhir tahun 2017, sejumlah harga komoditi kebutuhan pokok di sejumlah pasar mulai merangkak naik. Meski kenaikan masih dalam batas kewajaran, namun Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTB bersama Perum Bulog Divisi Regional NTB, Selasa kemarin (17/10), tetap mengantisipasi dengan menggelar operasi pasar di sejumlah pasar tradisional, guna menstabilkan harga pangan.

Perum Bulog Divre NTB sendiri menyiapkan beras tak terbatas selama operasi pasar, untuk menstabilkan harga beras di sejumlah wilayah Provinsi NTB. Hari perama pelaksanaan pasar murah, dilaksanakan TPID NTB bersama Perum Bulog Divre NTB dan Ketua Satgas Pangan NTB, Kombes Pol Anom Wibowo.

“Beberapa hari belakangan ini harga beras mulai terjadi kenaikan. Karena itu, operasi pasar dilakukan untuk mengendalikan kenaikan harga tersebut,” kata Wakil Ketua TPID NTB, yang juga Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB, Prijono, di sela pelepasan tim operasi pasar. Hadir juga Kepala Perum Bulog Divre NTB, Kepala Bidang Perdgangan Dalam Negeri (PDN) Dinas Perdagangan Kota Mataram, H. Zaenal Arifin.

Menurut Prijono, pelaksanaan operasi pasar bukan berarti untuk menekan harga beras serendah-rendahnya. Tetapi lebih kepada menjaga harga tetap stabil dalam batas kewajaran. Sehingga masyarakat dengan latar belakang ekonomi menengah ke bawah yang bukan berasal dari petani, bisa membeli dengan harga terjangkau.

Selain itu, operasi pasar untuk beberapa komoditi tertentu, seperti beras, minyak goreng, gula pasir dengan harga dibawah HET, lanjut Prijono, dalam rangka menekan laju inflasi yang tidak sampai terlalu tinggi. Sehingga, perekonomian di daerah tetap stabil dan tumbuh lebih baik sesuai harapan. “Pengendalian harga bukan berarti menurunkan harga serendah mungkin. Tapi bagaimana membuat harga itu dalam koridor tertentu,” jelasnya.

Prijono menambahkan, jelang akhir tahun yang biasanya terjadi anomaly ketersediaan stok bahan pokok dan juga distribusi, maka perlu dilakukan antisipasi jauh hari sebelumnya. Selain pasokan tetap tetap terjaga, serta distribusi lancar, sehingga berdampak terhadap harga yang stabil.

“Pelaksanaan operasi pasar ini kita harapkan bisa menstabilkan harga. Selain itu,perlu juga sasaran tempat operasi pasar tak hanya di pasar, tapi juga menyasar di perkampungan padat penduduk kurang mampu,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Divre NTB, H. Achmad Ma’mun menyebut bahwa dalam pelaksanaan operasi pasar Perum Bulog Divre NTB menyediakan sebanyak 3.000 ton beras. Beras tersebut untuk operasi pasar yang dipusatkan di Kota Mataram sebanyak 2.500 ton dan Kota Bima sebanyak 500 ton. “Selain beras, kami juga menyiapkan minyak goreng, gula pasir, bawang putih, bawang merah di pelaksanaan operasi pasar,” kata Ma’mun.

Dikatakannya, selama operasi pasar, Perum Bulog Divre NTB mengerahkan sebanyak 5 unit kendaraan yang dilengkapi dengan berbagai kebutuhan pokok. Seperti beras medium dijual dengan harga Rp8.100/kg, gula pasir ‘KITA’ harga Rp12.500/kg dengan  jumlah stok sebanyak 1,9 ton, minyak goreng ‘Kita’ harga jual HET Rp12.500/liter dan bawang putih dengan harga jual Rp17.000/kg.

Sementara itu, untuk hari pertama operasi pasar, sasaran yang dijadikan pusat penjualan untuk stabilisasi harga adalah di Pasar Kebon Roek Ampenan, Pasar Pagesangan, Pasar Mandalika, dan Pasar Sindu. “Kami juga menjual kebutuhan pokok teresbut di seluruh RPK ‘rumah pangan kita’ yang ada di setiap lingkungan di Kota Mataram,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang PDN, Dinas Perdagangan Kota Mataram, H. Zaenal Arifin mengatakan, bahwa pihaknya terus menerus secara intensif melakukan pemantauan harga bahan pokok di seluruh pasar tradisional.

Selain itu, juga tak hanya masalah harga, bahkan melakukan koordinasi bersama pihak distributor untuk memastikan ketersediaan stok dan arus distribusi pasokan aman dari Pulau Jawa. “Kami terus mengawal arus distribusi dan ketersediaan stok di distributor,” pungkasnya.(luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid