Kenali Gejala HIV Tahap Awal

Ilustrasi HIV/AIDS
Ilustrasi HIV/AIDS

RADAR LOMBOK – Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah suatu virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, sehingga menjadi lemah dan tidak bisa melawan infeksi berbagai penyakit.

Untuk berjaga-jaga, Anda perlu mengetahui gejala HIV pada tahap awal.

Jika sudah terinfeksi virus ini, banyak penderita yang kondisinya berkembang menjadi AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome). Hal ini terjadi karena melemahnya sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh virus HIV. Berita buruknya, kondisi ini bisa mengancam nyawa seseorang jika telah memasuki tahap akhir.

Penularan virus HIV disebarkan melalui transfusi darah dari orang yang terinfeksi, hubungan seksual tanpa pelindung dan kerap berganti pasangan, penggunaan jarum suntik bersama hingga alat pembuat tato.

HIV bahkan bisa juga ditularkan dari ibu ke anak selama kehamilan. Dalam kondisi ini virus yang ada membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk melemahkan sistem kekebalan tubuh hingga akhirnya berkembang menjadi AIDS. Namun, bukan berarti virus ini bisa diremehkan.

Setelah terinfeksi virus HIV, banyak orang yang tidak merasa mengalami gejala apapun. Meski begitu, gejala HIV ini bisa terdiri dari beberapa fase. Jadi, kenali gejala HIV di tahap awal berikut ini:

1. Demam. Suhu tubuh yang meninggi terjadi ketika kekebalan tubuh menurun dan mulai bermunculan tanda-tanda infeksi. Suhu dapat meningkat hingga 38 bahkan 40 derajat celsius.

2. Nyeri otot atau sendi yang biasa terjadi bersamaan dengan demam. Tubuh yang meriang dapat menyebabkan badan terasa pegal-pegal, sehingga otot pun mengalami nyeri.

3. Sakit kepala. Salah satu efek dari timbulnya demam membuat kepala kerap terasa seperti tertusuk dan sulit berkonsentrasi, bahkan bisa kehilangan memori jangka pendek. Tidak jarang badan disertai keluhan mual atau gangguan mata, seperti pandangan buram atau mendadak hitam.

4. Berat badan kiat menurun. Kondisi ini terjadi tanpa penyebab yang jelas.

5. Sakit tenggorokan. Biasanya dimulai dengan keluhan nyeri menelan, sehingga sulit makan. Keluhan seperti batuk dan radang yang berwarna merah sering dikeluhkan.

6. Sariawan atau sering disebut dengan oral trush. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai pertanda adanya infeksi jamur yang sering terjadi.

7. Adanya pembesaran kelenjar getah bening terutama pada bagian leher. Kelenjar getah bening ini pun terdapat di seluruh tubuh dan biasanya membesar jika ada peradangan infeksi.

8. Diare. Adanya perubahan konsistensi saat buang air besar menjadi cair dan meningkatnya jumlah kejadian lebih dari empat kali dalam sehari.

9. Ruam merah. Walaupun sangat jarang namun ruam merah juga kerap terjadi dan bentuk penampakannya seperti campak.

Memang keluhan seputar gejala HIV tahap awal di atas bisa bervariasi pada setiap orang dan periodenya pun dapat terjadi dalam beberapa minggu (perkiraan sekitar 2-6 minggu) tanpa penyebab yang jelas.

Biasanya keluhan langsung mendapatkan penanganan dokter dan telah diberikan obat untuk dikonsumsi. Namun, gejala bisa kembali terjadi lagi dan lagi, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penularan atau berisiko tinggi tertular seperti tenaga medis, pekerja seks komersial, pasangan sesama jenis dan sebagainya.

Namun, walaupun gejala ini dapat hilang dengan sendirinya, bukan berarti virus sudah hilang dari dalam tubuh. Jika terbukti adanya virus HIV di dalam tubuh dan tidak segera dilakukan pengobatan, maka virus HIV bisa berkembang menjadi AIDS dalam perkiraan waktu sekitar 10 tahun.

Karena itu, sangat disarankan untuk melakukan deteksi dini saat dirasakan gejala HIV tahap awal di atas, agar bisa segera dilakukan pengobatan untuk mengendalikan perkembangan virus dalam tubuh Anda.

Karena, walaupun gejala tersebut sudah membaik bukan berarti Anda terbebas dari ancaman infeksi berulang.(NP/RVS/klikdokter)

SUMBERJPNN.COM
Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut