Kenal Lewat Facebook, Azwar Cabuli Pelajar

Azwar Cabuli Pelajar
PENCABULAN: Azwar, pelaku pencabulan terhadap anak dibawah umur, ketika ditangkap Tim Buser Polres Lotim di sekitar Pelabuhan Ikan Tanjung Luar, Selasa lalu (27/2). (IST FOR RADAR LOMBOK)

SELONG—Tim Buru Sergap (Buser) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lombok Timur (Lotim), menangkap Azwar alias Joenk (21 tahun), alamat Desa Tanjung Luar, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lotim, yang diduga sebagai pelaku tindak pidana kekerasan seksual terhadap pelajar, atau anak dibawah umur.

Pelaku Azwar sendiri ditangkap berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/132/II/YAN.2.5/2018/NTB/RES. LOTIM, tertanggal 15 Februari 2018, tentang kekerasaan seksual terhadap anak yang disertai pencurian dengan pemberatan (Curat).

“Pelaku kami tangkap pada hari Selasa (27/2), tanpa perlawanan di Pelabuhan Ikan Tanjung Luar, saat dia hendak kabur menuju ke Pulau Maringkik,” kata Kapolres Lotim melalui Kanit PPA, Bripka Hermanto HS, Rabu kemarin (28/2).

Dijelaskan, kejadian itu bermula saat pelaku Azwar atau Joenk, dan korban berinisial EP (16 tahun), warga Kecamatan Labuhan Haji, yang saat ini masih bersekolah di salah satu sekolah swasta di Lotim, berkenalan melalui media sosial Facebook.

Pelaku kemudian mengajak korban untuk bertemu di sebuah cafe di pinggir pantai, dekat Pelabuhan Ikan Tanjung Luar. Sepulang dari cafe tersebut, pelaku mengajak korban nongkrong di pesisir pantai.

Tidak lama ketika suasana pantai sudah sepi, pelaku kemudian memperkosa EP. Tak hanya menyetubuhi korbannya saja, pelaku juga membawa kabur Hand Phone (HP) Oppo milik EP, dan meninggalkan korbannya begitu saja di pinggiran pantai. “Untuk barang bukti berupa HP merek Oppo A37 itu dijual oleh pelaku di salah satu konter di wilayah Sakra Barat, dan saat ini masih dalam pengembangan,” jelasnya.

Kasus kekerasan seksual terhadap anak-anak dibawah umur, pihak PPA Polres Lotim sendiri mengaku, selama tahun 2018 ini telah menangani tiga kasus pencabulan. Dimana 2 kasus sudah ditetapkan tersangkanya, dan juga sudah menjalani panahanan. ”Sementara satu pelaku tidak kita tahan, dengan alasan pelakunya masih dibawah umur. Sedangkan kalau pelaku dengan pidana lain tahun 2018 ada sekitar 18 anak,” ujarnya.

Tak hanya tiga kasus pencabulan ini saja yang ditangani, pada tahun 2017 lalu juga banyak kasus pencabulan yang sudah ditangani. Rata-rata korbannya merupakan siswa yang sekolah jauh dari orang tuanya.

Artinya, para korban merupakan anak-anak yang kurang perhatian dari orang tuanya. ”Jadi bisa saya simpulkan korban ini merupakan anak-anak yang mondok atau kos,” jelasnya.

Untuk mencegah kasus ini selalu terulang sambungnya, pihak PPA Polres Lotim juga terus melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah, terutama sekolah yang banyak ditemukan kasus kekerasan terhadap anak, bekerjasama dengan Babinkamtibmas.

”Kita juga butuh kerja sama dari instansi terkait, seperti Dinas Sosial dan lain-lain. Karena kasus kekerasan terhadap anak ini setiap waktu terus bertambah,” pungkas Hermanto. (wan)