Kenaikan Harga BBM Pertalite Masih Dikaji

SPBU: Tampak kesibukan di salah satu SPBU di Kota Mataram.

MATARAM–Belum lama pemerintah melalui PT Pertamina menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi Pertamax, kini pemerintah bersiap menaikkan harga Pertalite.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto membetikan sinyal rencana kenaikan harga pertalite ini. “Saat sekarang (kenaikan harga pertalite) masih dikaji,” kata Airlangga dalam keterangan persnya usai sidang Kabinet Paripurna tentang Antisipasi Situasi dan Perkembangan Ekonomi Dunia yang disiarkan melalui akun instagram @sekretariat.kabinet, Selasa (5/4).

Pada saatnya nanti kata Airlangga, kenaikan harga pertalite ini akan diumumkan kepada publik. Namun kapan diumumkan Airlangga tidak menjelaskannya. ” Nanti akan diumumkan. Tapi sekarang belum,” kata Airlangga.

Sinyal kenaikan harga pertalite disuarakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan belum lama ini. Bahkan Luhut menyebut tidak hanya harga pertalite yang akan naik tapi juga gas LPG 3 kilogram.

BACA JUGA :  Jamaah Dapat Tambahan Makanan

Luhut Binsar mengatakan pemerintah akan melakukan perhitungan dengan cermat dan melakukan sosialisasi terkait rencana kenaikan tersebut.Meski demikian, dia tak menjelaskan lebih lanjut soal rencana tersebut.
“Overall akan terjadi (kenaikan) nanti Pertamax, Pertalite, kalau Premium belum. Juga gas yang 3 kg (akan naik). Jadi bertahap, 1 April, nanti Juli, September, itu nanti bertahap akan dilakukan oleh pemerintah,” kata Luhut Binsar ditemui seusai meninjau Depo LRT Jabodebek di Jatimulya, Bekasi Timur, Jawa Barat, Jumat (1/4) dikutip dari www. jppn.com

Dalam kesempatan itu, Luhut juga menyinggung soal kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax yang diberlakukan 1 April 2022.

Dia mengatakan banyak negara sudah menaikkan harga BBM mereka. Menurutnya, hal itu terjadi karena kelangkaan minyak mentah akibat konflik Rusia-Ukraina.
Selain itu, lanjut Luhut, juga dikarenakan kelangkaan minyak nabati.
Menurut dia, kenaikan harga Pertamax dilakukan karena asumsi harga minyak dunia dalam APBN sudah sangat jauh dengan harga minyak di lapangan.”Kalau ditahan terus, jebol nanti Pertamina. Jadi, terpaksa kita harus lepas,” katanya.

BACA JUGA :  Hardiknas 2022: Pimpin Pemulihan, Bergerak untuk Merdeka Belajar

Menurut dia, kondisi yang ada akan menyebabkan harga BBM harus dinaikkan.  Begitu pula dengan harga LPG 3 kg.

Namun, penyesuaian harga akan dilakukan bertahap.
Jatah subsidi untuk rakyat kecil juga dipastikan tidak akan dihilangkan. “Semua akan naik, enggak ada yang enggak akan naik itu. Jadi, hanya bertahap kita lakukan. Ada yang disubsidi, masih tetap yang untuk rakyat kecil, seperti misalnya LPG 3 kg dari 2007 tidak naik harganya, kan, tidak fair,” imbuh Menko Luhut Pandjaitan. (rl/jpnn).