Kemiskinan Loteng Menurun 3490 Jiwa

MISKIN: Salah satu potret masyarakat Lombok Tengah yang masih hidup di bawah garis kemiskinan. (M Haeruddin/Radar Lombok)

PRAYAPemkab Lombok Tengah berhasil menekan angka kemiskinan dari 13,44 persen tahun 2021 menjadi 12,89 persen pada tahun 2022. Penurunan ini tidak terlepas dari berbagai program yang dikucurkan, baik dari pemerintah pusat maupun pemda, terutama program yang mampu menyerap tenaga kerja.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lombok Tengah, Lalu Wiranata mengungkapkan, tahun 2021 jumlah masyarakat miskin sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 131.940 jiwa atau angka 13,44 persen dan mengalami penurunan pada tahun 2022 menjadi 128.000 atau 12,89 persen. “Selama kurun waktu setahun atau pada tahun 2022, setidaknya kita mampu menurunkan 3490 jiwa yang awalnya miskin menjadi tidak miskin. Hal ini tidak terlepas dari banyaknya lapangan kerja yang tercipta di daerah kita, terutama dengan adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika,” ungkap Lalu Wiranata, Kamis (5/1).

Baca Juga :  Bupati Bela PD Agro Selaparang

Wiranata mengaku, penyumbang terbesar penurunan angka kemiskinan masih di sektor pertanian. Hal ini juga ditopang sektor konstruksi hingga berbagai pembangunan di wilayah selatan yang mampu menyerap banyak lapangan pekerjaan. “Termasuk investasi atau penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang semakin banyak dan sektor konstruksi yang semakin meningkat membuat kemiskinan kita semakin menurun. Kini juga mulai tumbuh transportasi dengan adanya event-event internasional dan nasional di KEK Mandalika,” terangnya.

Keberadaan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) juga sudah mulai bangkit setelah sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19. Hal ini juga tidak terlepas dari peran para anggota DPRD Lombok Tengah yang mencanangkan program pokok pikiran (pokir) mereka kepada masyarakat. “Padahal tidak bisa kita pungkiri untuk menurunkan angka kemiskinan ini sangat sulit dan belum tentu bisa selesai dalam satu tahun anggaran. Makanya dari kacamata kita penurunan hingga menjadi 12,89 persen ini sangat luar biasa dan ini tidak terlepas dari sinergitas semua pihak,” terangnya.

Baca Juga :  Jaksa Periksa Tersangka BLUD Praya di Rutan

Wiranata juga mengaku, banyak kendala dalam mengentaskan kemiskinan ini, mulai dari kurangnya sumber daya manusia (SDM) dan masih adanya masyarakat yang putus sekolah. Pada tahun 2024 mendatang direncanakan untuk mengentaskan angka kemiskinan ini, maka akan diprioritaskan di bidang kesehatan dan pendidikan. “Jadi sekarang dari yang 1.047.000 jiwa penduduk Lombok Tengah yang masih miskin 128.000 dan target kita tahun 2023 ini akan ada penurunan lagi 0,3 persen. Makanya berbagai program kita canangkan seperti pertanian kita canangkan kartu tani dan untuk peternak kita berikan asusransi, kemudian ada padat karya dari DBHCHT dan berbagai program penentasan kemiskinan lainnya,” tambahnya. (met)

Komentar Anda