Kemiskinan di NTB Bertambah, Laju IPM Terendah

JANJI : Manajemen PT STM berjanji akan menjaga kelestarian lingkungan dan mengutamakan SDM lokal, Rabu (5/5). (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

MATARAM – PT Sumbawa Timur Mining (PT STM) saat ini melakukan kegiatan eksplorasi terpusat di Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu. Perusahaan pertambangan itu akan mengeruk kekayaan NTB.

Kandungan emas yang tersimpan di Kecamatan Hu’u sangat besar. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan, kandungan emasnya jauh lebih besar dibandingkan emas di Batu Hijau Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Isu lingkungan menjadi salah satu masalah utama sektor pertambangan. Namun, pihak STM berjanji akan menjaga kelestarian lingkungan dan hutan. Apalagi lokasi tambang, berkaitan dengan kawasan hutan lindung. “Kami selalu komitmen untuk menjaga  lingkungan dan sosial masyarakat di sekitar kawasan pertambangan,” kata Principal Government Releasen PT STM, Yuyud Indrayudi saat di kantor Gubernur NTB, Rabu (5/5).

Kelestarian alam dan hutan lindung, tegasnya, merupakan komitmen pihak perusahaan yang paling penting. Salah satu langkah konkrit yang dilakukan, melakukan penanaman pohon kembali di lokasi yang telah digunakan untuk eksplorasi.

Selain itu, masyarakat sekitar juga akan diberdayakan dengan baik. Menurut Yuyud, keterlibatan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal menjadi salah satu konsen perusahaan selama menjalankan kegiatan eksplorasi atau penelitian. “Bahka aaat ini, kami melakukan pembinaan kepada kelompok tani. Kami berkomitmen untuk mengutamakan SDM lokal,” ucapnya.

Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah meminta kepada PT STM, agar selalu memperhatikan standar lingkungan yang baik di sekitar pertambangan. Terutama menjaga  kelestarian hutan lindung.

BACA JUGA :  Kejati NTB Usut Dugaan Korupsi Program JPS Gemilang

Menurut Wagub, menjaga kelestarian hutan adalah salah satu program unggulan pemerintah Provinsi NTB yang terus didorong hingga saat ini. Jangan sampai, aktivitas perusahaan justru bertolak belakang dengan ikhtiar pemerintah daerah. “Saya berharap selama kegiatan eksplorasi atau penelitian, standar kesehatan, keselamatan dan kelestarian lingkungan harus dijunjung tinggi,” ujarnya.

Dukungan dari masyarakat juga sangat penting. Jangan sampai perusahaan hanya dianggap akan mengambil keuntungan semata. Sementara kesejahteraan masyarakat sekitar terabaikan.

Pihak perusahaan, harus bisa memberikan jaminan bahwa pelestarian lingkungan menjadi perhatiannya. “Karena itu juga akan mempengaruhi citra perusahan di tengah masyarakat,” ucap Wagub.

Hal yang tidak kalah pentingnya, PT STM diingatkan untuk memberdayakan segala potensi yang dimiliki oleh SDM dan tenaga lokal. Banyak masalah bisa muncul jika masyarakat sekitar terabaikan.

Wagub tidak ingin, masyarakat hanya menjadi penonton di tanah sendiri. Ruang sebesar-besarnya harus diberikan kepada masyarakat. Terkait kemampuan atau skill, itu bisa dipersiapkan.

Masyarakat sekitar bisa diberikan pelatihan yang difasilitasi oleh pihak perusahaan pertambangan emas. “Kita harus pastikan bahwa kehidupan masyarakat disekitar harus sejahtera. Artinya kehadiran perusahaan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Begitu juga dampak bagi percepatan pertumbuhan ekonomi daerah,” pinta Wagub.

Berdasarkan data perizinan perusahaan, PT STM mendapatkan izin untuk eksplorasi seluas 19.260 hektar. Terdapat pula hutan lindung yang masuk areal tambang seluas 1.400 hektar.

BACA JUGA :  Satpol PP Gagal Selesaikan Polemik Razia Masker

PT STM yang merupakan anak perusahaan milik Vale SA, adalah pemegang Kontrak Karya (KK) generasi ke-7 untuk Proyek Hu’u di Kecamatan Hu’u, Dompu. STM sendiri merupakan perusahaan patungan antara Eastern Star Resources Pty Ltd dengan kepemilikan saham 80 persen, dan PT Antam Tbk 20 persen.

Pihak STM telah melakukan kegiatan eksplorasi di dalam wilayah KK Proyek Hu’u sejak tahun 2010. Sedangkan deposit sumber daya mineral Onto pertama kali ditemukan pada Agustus 2013, dan sejak saat itu sebanyak 64 lubang pemboran (setara dengan 61.000 m) telah dilakukan untuk menentukan ukuran, luas dan karakteristik sumber daya mineral.

Berdasarkan perkiraan sumber daya mineral yang dilakukan STM per Desember 2019, total sumber daya mineral tertunjuk adalah sebesar 0,76 miliar ton @ 0,93% tembaga dan 0,56 g/t emas, serta total sumber daya mineral tereka sebesar 0,96 miliar ton @ 0,87% tembaga dan 0,44 g/t emas. Angka tersebut setara dengan total 1,7 miliar ton @ 0,89% tembaga dan 0,49 g/t emas.

Selain sumber daya mineral di atas, target eksplorasi di sekitar area juga telah ditetapkan sebesar 0,6-1,7 miliar ton @ 0,2- 0,7% tembaga dan 0,1-0,3 g/t emas. Sehingga secara kalkulasi, kandungan emas disana jauh lebih besar dibandingkan di KSB yang dikelola PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).  (zwr)