Kementan Optimalkan Peran UPT Perbibitan Sapi

Kementan Optimalkan Peran UPT Perbibitan Sapi
UPSUS SIWAB: Wagub NTB, H. Muhammad Amin, dan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI, I Ketut Diarmita, ketika melaksanakan kegiatan Upsus Siwab, belum lama ini. (DOK/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Sebagai upaya percepatan peningkatan populasi ternak sapi dan kerbau di Indonesia, dan khususnya di Provinsi NTB, kegiatan pembangunan peternakan dan kesehatan hewan nasional pada tahun 2017 difokuskan melalui kegiatan Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab).

“Kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mencapai percepatan swasembada daging sapi, sehingga diharapkan Indonesia tidak lagi impor daging dan bakalan sapi, bahkan daging kerbau dari negara lain”, kata   Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian RI, I Ketut Diarmita, Kamis (4/5).

Diarmita menyampaikan, untuk mencapai keberhasilan kegiatan nasional tersebut, maka segala sumberdaya yang ada dikerahkan untuk mendukungnya. Untuk itu diperlukan dukungan dari semua pihak.

Hal ini karena peningkatan produksi daging sapi/kerbau di Indonesia masih lebih rendah dibandingkan kecepatan peningkatan kebutuhan daging secara nasional. Padahal sumberdaya alam di Indonesia mendukung untuk usaha peternakan sapi dan kerbau.

Diarmita juga menegaskan, peran semua pihak sangat berarti bagi pembangunan peternakan dan kesehatan hewan, terutama untuk berkontribusi dalam pemenuhan protein hewani asal ternak dari produksi daging nasional.

“Dengan peran aktif semua pihak, kita harapkan Indonesia dapat menjadi Lumbung Pangan Asia, sehingga kita berharap peternak juga sejahtera dan dapat menikmati hasilnya karena adanya peningkatan pendapatan,” tutur Diarmita seraya menyampaikan, karena itu, pengadaan indukan di semua UPT perbibitan diharapkan mampu meningkan populasi ternak khususnya Sapi di Indonesia.

Terkait itu, pihaknya mengaku akan menjalin kerjasama dengan Perhutani dalam pemanfaatan lahan bagi pengembangan peternakan. Dirjen PKH juga menyampaikan pengadaan indukan dalam rangka meningkatkan populasi ternak merupakan prioritas utama Ditjen PKH.

Melalui program UPSUS SIWAB juga adalah langkah Ditjen PKH dalam menambah populasi ternak secara nasional. Optimalisasi peran-peran UPT perbibitan sebagai penghasil bibit ternak unggul bagi masyarakat juga akan ditingkatkan.

“Pengadaan indukan, optimalisasi UPSUS SIWAB dan peran UPT perbibitan adalah langkah-langkah pemerintah meningkatkan populasi ternak secara nasional,” ungkap Diarmita.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi NTB, H. Aminurahman mengatakan, bahwa pihaknya optimis program Upsus Siwab untuk mensukseskan peningkatan populasi sapi di Provinsi NTB bisa berjalan sukses.

Terlebih lagi saat ini program Upsus Siwab melalui sentuhan teknologi yakni Inseminasi Buatan (IB) bagi sapi indukan produktif cukup banyak. “Kami optimis target 139.995 ekor  sapi indukan siap bunting melalui pendekatan IB hingga akhir tahun 2017 ini,” pungkasnya. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid