Kemendikbud Target 75 Persen Lulusan SMK Langsung Kerja

Ilustrasi pekerjaan
Ilustrasi

JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memasang target 75 persen lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tahun 2018 ini bisa masuk dunia kerja. Sementara sisanya, sebesar 25 persen wirausaha dan masuk bangku kuliah.

Direktur Pembinaan SMK Kemendikbud RI, Bakrun mengatakan jika pihaknya optimis banyak lulusan SMK yang akan diterima di dunia kerja.

”Lima persen wirausaha dan 10 persen lanjut ke perguruan tinggi,” kata, Kamis kemarin (5/4).

Kemendikbud memang belum memiliki data pasti berapa jumlah lulusan SMK yang diterima di dunia industri. Bakrun sebelumnya menjelaskan jika tahun lalu ada sekitar 1,25 juta lulusan SMK.

”Apabila kami tanyakan ke SMK yang besar dan bagus, rata-rata 80 persen lulusan terserap. Untuk SMK yang biasa saja kalau ditanya rata-rata 40 persen. Kami baru berusaha mencari cara agar lulusan bisa ditelusuri,” katanya.

Terpisah, Mendikbud, Muhadjir Effendy, mengharapkan hasil dari ujian nasional tahun ini bisa menjadi standarisasi pendidikan di Indonesia. Selain itu juga diperuntukkan untuk pemetaan bagi Kemendikbud.

”Pemetaan pendidikan secara nasional, dasar membuat kebijakan, perbaikan pada tahun berikutnya,” katanya.

Muhadjir pun tidak mempersoalkan apakah hasil ujian nasional akan digunakan untuk pertimbangan kuliah atau tidak.

”Persoalan dihargai institusi lain atau tidak itu kita serahkan kepada yang menggunakan. Tapi semestinya dengan kualutas UN seperti sekarang ini, tidak adanalasan untuk tidak menggunakan hasil UN ini saya kira kalau ada lembaga yang mengabaikan,” tuturnya. Alasannya siswa telah menunjukkan tingkat kejujuran yang tidak diragukan. (lyn/jpg)