Kemendag RI Pantau Ketersediaan Cabai di NTB

TINJAU CABAI: Dirjen PDN Kemendag RI, Tjahya Widhayanti, bersama Kepala Dinas Perdagangan NTB, Hj. Putu Selly Andayani, dan rombongan dari Kemendag RI saat meninjau tanaman cabai di Masbagik, Lombok Timur (LUKMAN HAKIM/RADAR LOMBOK)

SELONG–Kementerian Perdagangan RI, beberapa waktu lalu terlihat memantau langsung ketersediaan cabai di sejumlah daerah di NTB. Salah satunya adalah di wilayah Kabupaten Lombok Timur (Lotim).

Kesempatan itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kemendag RI, Tjahya Widhayanti, dengan didampingi Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Hj. Putu Selly Andayani, turun langsung ke sejumlah lahan tanaman cabai petani di Dusun Munsuk, Desa Kesik, Kecamatan Masbagik, Lotim.

Menurut Tjahya, jika melihat tanaman cabai di Lombok Timur dan sejumlah daerah lainnya di Provinsi NTB, maka bisa dikatakan sudah cukup bagus dan bisa mencukupi kebutuhan dalam daerah.

“Secara kasat mata, produksi cabai di wilayah Kabupaten Lombok Timur sudah cukup,” kata Tjahya, yang juga diikuti oleh Direktur Bina Usaha dan Pelaku Distribusi Kementerian Perdagangan RI, Fetnayetati, dan Ketua Asosiasi Pedagang Cabai NTB, H. Subhan.

Disampaikan, dalam aturan Permendag RI yang baru tidak ada diatur harga cabai tertinggi maupun terendah. Akan tetapi lebih ditentukan oleh mekanisme pasar, sehingga pihak pemerintah tetap memberikan bantuan dalam melakukan stabilisasi harga jika harga cabai terlalu tinggi.

Sementara Direktur Bina Usaha dan Pelaku Distribusi Kementerian Pedagangan RI, Fetnayetati  mengatakan, cabai merupakan produk pertanian yang tidak awet, dan perlu ada sinergi antara pengusaha besar dan petani. Sehingga produksi dan hasil cabai bisa meningkat.

Terlebih lagi saat ini sudah ada di wilayah pulau Jawa yang melakukan penjualan hasil tani secara online, dan rencananya akan terus dikembangkan diseluruh wilayah Indonesia.

“Kalau petani di NTB bisa memanfaatkan produksi hasil pertanian untuk produk hortikultura di jual secara online dan berintegrasi bersama pengusaha luar NTB, maka akan sangat membantu petani di NTB,” ujarnya.

Sedangkan Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Hj. Selly Andayani mengatakan, kedatangan kunjungan rombongan Dirjen PDN Kemendag RI adalah untuk meninjau secara langsung daerah pengembangan pembinaan cabe di wilayah Kabupaten Lombok Timur.

“Semula petani  di Lombok Timur banyak menanam tembakau. Akan tetapi setelah banyak bantuan bibit dan sebagainya, maka petani banyak yang beralih ke petani cabai,” kata Selly.

Selly mengklaim harga cabai saat ini masih relatif stabil. Dimana harga cabai di pasaran di jual sehargar Rp20 ribu/kg. Harga tersebut tersebut dinilai masih dalam batas kewajaran, dan tidak terlalu murah sampai merugikan petani penanam cabai. “Harga cabai masih bagus, tidak terlalu murah,” ucapnya.

Ditambahkan Ketua Asosiasi Pedagang Cabai NTB, H, Subhan, bahwa luas areal tanam cabai yang ada d Dusun Munsuk, Desa Kesik, Kecamatan Masbagik seluas 9 hektar, yang dikerjakan oleh beberapa kelompok tani.

Untuk bibit cabai dan obat-obatan, serta pupuk berasal dari swadaya petani, dan juga ada sebagian bantuan dari Dijren Hortikultura, Kementerian Pertaian RI. Untuk harga cabai jenis rawit ditingkat petani warna putih Rp20 ribu/kg, dan yang masih hijau Rp5.500/kg. “Untuk cabai selain untuk kebutuhan dalam daerah, kami juga mengirim untuk memasok kebutuhan Jakarta, Padang dan Batam,” pungkas Subhan. (luk)