Kemendag Bagikan 1500 Paket Sembako Murah

Kemendag Bagikan 1500 Paket Sembako Murah
PASAR MURAH: Warga tampak antusias menyerbu Pasar Murah yang digelar Kemendag RI di Ponpes Abu Hurairah, Kota Mataram, Jum’at kemarin (16/6). (LUKMAN HAKIM/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Jelang lebaran Idhul Fitri 1438 Hijriyah, Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI menggelar pasar murah dengan sasaran warga masyarakat kurang mampu di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Pasar murah paket Sembako tersebut menggandeng 3 pondok pesantren yang ada di Kota Mataram dan Lombok Barat, untuk menyalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima.

Sebanyak 1.500 paket sembako senilai Rp100 ribu dibagikan kepada 1.500 orang warga kurang mampu yang ada di Kota Mataram dan Lombok Barat. Setiap paket senilai Rp100 ribu ditebus dengan harga Rp50 ribu dilaksanakan di tiga Ponpes, diantaranya, Ponpes Abu Hurairah Majapahit, Kota Mataram, Ponpes Darul Falah, Pagutan Kota Mataram dan Ponpes Nurul Hakim, Kediri , Lombok Barat.

Pelaksanaan pasar murah di tiga titik tersebut dihadiri langsung oleh Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional, Kemendag RI, Dody Edward, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Hj Putu Selly Andayani dan juga pimpinan masing-masing pondok pesantren lokasi pasar murah.

Suasana pasar murah di Ponpes Abu Hurairah, Mataram mulai pukul 09.00 Wita sudah nampak mulai ramai dikerumuni oleh sebagian besar ibu-ibu yang sudah Lansia (lanjut usia) untuk menukarkan kupon pembelian paket Sembako senilai Rp50 ribu yang sudah dibagikan oleh pihak Ponpes selaku panitia.

Setiap warga yang mendapatkan kupon juga harus menyertakan kartu keluarga untuk menukarkanya dengan paket Sembako yang sudah dikemas dalam satu kertas kresek. Menariknya lagi, di Ponpes Abu Hurairah, Mataram, para penerima paket Sembako juga menerima 1 mushaff Alquran yang sudah disiapkan oleh Ponpes sebanyak 100 Alquran.

“Untuk pelaksanaan pasar murah ini, tidak ada subsidi dari APBN, tapi murni dari peran serta pengusaha melalui dana CSR mereka. Dan pasar murah ini dilaksanakan di seluruh Indonesia,” kata Kepala Dody Edward, didampingi Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Hj Putu Selly Andayani.

Dody mengatakan, Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan pihak swasta, baik pengusaha, asosiasi, Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI), maupun industri, dan pihak-pihak terkait memfasilitasi penyelenggaraan pasar murah Ramadan 1438 H di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Pelaksanaannya menggandeng pondok-pondok pesantren di beberapa daerah di Indonesia.

“Pasar Murah Ramadan yang didukung pihak swasta ini diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk memenuhi kebutuhan selama menjelang Lebaran,” ujarnya.

Dengan berbagai upaya stabilisasi pasokan dan harga yang didukung pasar murah ini, diharapkan masyarakat dapat tersenyum dan beribadah dengan khusyuk sampai Lebaran nanti.

Dody berharap melalui pelaksanaan murah ini semua kalangan masyarakat sekitar Ponpes yang berpenghasilan rendah dapat merasakan ketersediaan barang kebutuhan pokok selama Ramadan hingga menjelang Lebaran. Pasar Murah Ramadan sejalan dengan nilai-nilai berbagi dan mengasihi selama Ramadan.

Untuk pasar murah di Provinsi NTB yang dilaksanakan tiga Ponpes tersebut menggandeng PT Indofood. Dimana setiap lokasi pasar murah disiapkan sebanyak 500 paket sembako. “Hasil penjualan paket pasar murah akan diberikan kepada Ponpes untuk pemberdayaan, antara lain peningkatan kualitas infrastruktur dan pendidikan para santri,” kata Dody.

Dody menyebut dalam pelaksanaan pasar murah yang dilaksanakan dengan menggandeng 300 pondok pesantren se Indonesia menggandeng 40 lebih pihak swasta untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan Pasar Murah Ramadan. Di setiap lokasi pasar murah, disediakan 500 paket bapok senilai Rp100.000-an yang dapat dibeli dengan harga Rp50 ribu dengan menukar kupon pembelian. Paket bapok yang dipersiapkan yaitu 500 paket yang terdiri dari beras 2 kg, gula pasir 2 kg, minyak goreng 2 lt, tepung terigu 2 kg, dan sirop 1 botol.

“Penjualan dilakukan dengan membagikan kupon yang dipersiapkan panitia dari lokal pengasuh ponpes yang sudah dipersiapkan 2 atau 3 hari sebelumnya kepada calon pembeli. Sementara pembayaran dilakukan saat pelaksanaan pasar murah di lokasi atau masyarakat sekitar ponpes yang kurang mampu yang sangat membutuhkan,” pungkas Dody. (luk)

BACA JUGA :  Kuota Pupuk Bersubsidi NTB Jauh dari Usulan