Kemenag Nunggak TS Rp 26,4 Miliar

Hambali (SAPARUDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA-Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Tengah betul-betul dihadapkan pada ujian pembayaran tunjangan sertifikasi tahun 2017 ini.

Bagaimana tidak, Kemenag masiuh ngutang tunjangan sertifikasi (TS) tahun 2016 sebesar Rp 2,4 miliar. Belum saja lunas, tahun 2017 ini terancam kekurangan Rp 24 miliar. Sehingga total utang pembayaran TS tahun 2017 ini sebesar Rp 26,4 miliar.

Besarnya tunggakan ini diakui langsung Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Lombok Tengah, Hambali. Dia mengaku pusing dengan banyaknya utang yang belum dilunasi. Terutama bagi guru yang mendapatkan TS tahun 2016 lalu. Kurangnya pembayaran yang diberikan kepada guru penerima TS, itu lantaran anggaran yang diterima dari pusat mengalami kekurangan.

Kekurangan ini, jelas Hambali, berpengaruh terhadap pembuatan surat rekomendasi usulan tahun 2017. Untuk mensiasati hal itu, terpaksa pihaknya membuat  dua surat atau rekomendasi.vPertama berbentuk rekomendasi kekurangan pembayaran tahun 2016 sebesar kurang lebih Rp 2,4 miliar dan kebutuhan tahun ini. “Saya juga tidak menginginkan adanya tunggakan, namun mau apalagi karena jumlah yang dikirimkan dari pusat sejumlah itu, ya kita sudah bagikan dan kekurangan tahun 2016 kita usulkan lagi tahun ini,” tuturnya, Kamis (5/1).

[postingan number=3 tag=”kemenag”]

‘’Meski kekurangan anggaran, para guru tak perlu risau karena kekurangan dan tunggakan itu pasti akan dibayar,’’ imbuhnya.

Sementara anggota Komisi IV DPRD Lombok Tengah, LM Syarif Hidayatullah sebelumnya mengancam bakal mengajak semua guru untuk demonstrasi ke Kemenag, jika semua kewajiban dan hak-hak guru belum dibayar. “Untuk TF dan TS tahun 2016, rata-rata ada pemotongan di bulan Desember. Sedangkan infansing ada yang malah belum menerima. Kalau tetap seperti ini, lama-lama saya bakal mengajak guru madrasah demo,” ancamnya.

Sebelum melangkah terlalu jauh, pihaknya sudah berulang kali bertandang ke Kemenag. Namun belum juga bertemu dengan kepalanya. Pihaknya akan menanyakan apa penyebabnya, sebab jika beralasan anggaran, pihaknya masih belum percaya. “Intinya saya harus bertemu dulu dengan kepala Kemenag menanyakan persoalan ini, baru bakal bertindak,” ancamnya. (cr-ap)