Kemenag NTB Tingkatkan Singkronisasi Data Emis Pakis

Kemenag
PELATIHAN : Suasana kegiatan peningkatan SDM dan singkronisasi data emis pakis di lingkungan kanwil Kemenag Provinsi NTB Kamis kemarin (30/3). (Ali Ma’shum/Radar Lombok)

MATARAM—Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi NTB  menggelar kegiatan peningkatan kualitas SDM dan sikronisasi data emis pakis di lingkungan Kemenag NTB.

Acara ini dibuka langsung oleh  Pelaksana Tugas (PLT) Kakanwil Kemenag NTB H Zaelani. Dalam sambutannya, ia mengatakan,  tujuan dari kegiatan tersebut untuk mensinkronkan data yang dimiliki dengan data emis di Kemenag. ” Sistem  ini akan memegang peranan penting kedepannya,” ujarnya Kamis  lalu (30/3).

Sistem informasi ini kata H Zaelani, kumpulan dari dua perangkat keras yaitu dari hardware, software dan SDM.”

Ini menyangkut dengan validasi data. Apakah data kita menunjang, ini tergantung dari ketiga hal tersebut.  Ini bagian yang tidak bsa dilepaskan dari pendataan. Apapun sarana yang kita punya tapi sumber daya yang tidak punya akan tidak optimal. Begitu juga SDM sudah baik tapi perangkat yang dimiliki seadanya tentu data yang disajikan juga tidak optimal,” katanya.

Sejak edaran Dirjen Kemenag RI  tahun No 63 tahun 2013,  sudah dimulai pengumpulan data satu pintu melalui data emis. Karena sudah berumur tiga tahun perlu pembenahan dibanyak hal. ” Kalau sofware dan hadwarenya bisa kita lengkapi. Tapi SDM ini yang agak sulit. Karena kaitannya dengan ini sangat erat hubungannya dengan keberadaan operator baik itu honorer maupun PNS,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini didatangkan narasumber dari Kemenag. Hal ini dilakukan untuk melatih peserta tata cara memasukkan data yang baik dan benar. Nantinya, prinsip pendataan ini adalah terkait dengan akurasi. Data yang disajikan akan akurat jika ditunjang dengan sumber data yang akurat. ” Kalau tidak valid maka data yang dikumpulkan juga seadanya saja,” terangnya.

Ia beraharap tidak sampai salah memasukkan data. Karena saat ini semua data yang dimasukkan sudah terintegrasi dengan provinsi dan diteruskan ke pusat. ” Data yang sudah masuk ini sudah dianggap valid. Untuk itu, jangan sampai salah memasukkan data,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut juga diharapkan bisa memenukan solusi dan formulasi terkait dengan pendataan di NTB.

Sementara itu, HM Ali Fikri MM selaku ketua panitia dalam laporannya mengatakan ada beberapa tujuan dari kegiatan tersebut. Antara lain untuk memperoleh data lembaga pendidikan Islam yang tepat waktu, akurat dan dapat dipertanggung jawabkan. Selain itu juga untuk menyediakan data dan informasi yang diperlukan dalam perumusan kebijakan dan perencanaan. ‘’ Kita juga perlu menyamakan pemahaman sumber daya operator tentang pengelolaan data emis pakis tahun 2017,’’ katanya. Kegiatan tersebut diikuti 40 peserta yang terdiri dari Kasi PAIS/PAKIS/Pontren Kemenag Kabupaten /Kota se NTB, operator emis Pais dan PD-Pontren kemenag se-NTB dan operator emis pada lembaga pendidikan Kabupaten/Kota se-NTB.(gal/*)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid