Kemenag Minta Buku Bantuan Madrasah Dikembalikan

BUKU BANTUAN: Kepala MA Al-Ikhlasiyah Perampuan, Sahdan (kiri) bersama rekannya mengangkat buku bantuan tahun 2012 ke gedung Kantor Kemenag Lobar untuk dikembalikan, Kamis siang (15/12) (ZUL/RADARLOMBOK)

GIRI MENANG—Sejumlah madrasah dikabarkan diminta mengembalikan buku bantuan tahun 2012 yang diberikan Kementerian Agama (Kemenag). Suratnya pun sudah dilayangkan ke masing-masing madrasah terkait.

Kepala MA Al-Ikhlasiyah Perampuan, Sahdan juga ikut mengembalikan buku bantuan tahun 2012 ke Kantor Kemenag Lobar, Kamis (15/12). Adapun total 200 eksemplar buku referensi agama.

Berdasarkan surat yang dikirimkan pihak Kemenag Lobar ke MA Al-Ikhlasiyah Perampuan lanjut Sahdan, pihaknya diminta mengembalikan buku bantuan tahun 2012. “Tadi saya sudah kembalikan semua buku yang diberikan, termasuk yang sudah berstempel perpustakaan. Tapi setelah saya kembalikan, disuruh bawa lagi, katanya bukan buku referensi yang diminta lagi, tetapi buku mata pelajaran agama,” terangnya.

BACA JUGA :  Keluarga Besar BI Salurkan Bantuan Korban Banjir Bima

Sahdan mengaku, untuk tahun 2012 sendiri hanya mendapatkan buku referensi, bukan buku mata pelajaran agama. Sehingga berdasarkan surat yang ada, maka dikembalikanlah buku referensi tersebut.

Informasinya kata Sahdan, bantuan buku mata pelajaran agama tersebut hanya diperuntukkan bagi madrasah yang memiliki jurusan agama. Tetapi ada madrasah yang tidak memiliki jurusan agama, malah mendapatkan bantuan buku mata pelajaran agama tersebut. “Kalau kami sendiri memang tidak memiliki jurusan agama, hanya jurusan IPS. Madrasah lain kemarin banyak yang sudah mengembalikan,” terangnya.

BACA JUGA :  Dinsos NTB Serahkan 4,6 Ton Beras

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Nasrulloh enggan mengomentari perihal penarikan kembali bantuan buku tahun 2012 tersebut. Karena yang lebih berhak berkomentar adalah pimpinan.

Terlebih kata Nasrulloh, bukan dirinya yang bertemu dengan pihak Inspektorat Jenderal Kemenag RI. “Mohon maaf saya tidak bisa memberikan penjelasan. Nanti saja pimpinan,” tandasnya.

Sedangkan Kepala Kemenag Lobar, Muslim belum bisa dikonfirmasi, karena tidak berada di kantor. Muslim yang dihubungi via telepon juga belum bisa dihubungi. (zul)