Kemenag Akui Ada Kerugian Negara di MAN IC

Kemenag Akui Ada Kerugian Negara di MAN IC
MAN IC: Tampak bangunan gedung MAN IC yang megah dilihat dari depan. (JANWARI IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG–Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Lombok Timur (Lotim), mengaku pernah diminta untuk memfasilitasi audit, baik itu audit secara internal maupun secara eksternal terhadap pembangunan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendikia (IC).

“Dari hasil audit itu memang ada temuan-temuan di beberapa item. Tetapi semua temuan itu sudah diselesaikan, baik berbentuk uang pengembalian ke Negara maupun yang lain,” kata Kepala Kemenag Lotim, H. Azharudin, dikantornya Rabu kemarin (3/10).

Dari beberapa temuan itu, seperti pengadaan pengawas yang sebenarnya ada empat orang, tetapi hanya dua orang yang ada di lapangan pada saat itu. Akan tetapi temuan-temuan ini sudah diselesaikan, dan uangnya juga telah dikembalikan ke Negara. ”Kalau untuk pengawas ini jumlahnya tidak banyak, sekitaran 20 sekian. Saya tidak ingat pasti jumlahnya,” jelasnya.

Selain itu, dari hasil audit itu juga banyak ditemukan pada kontruksi bangunan. Hanya saja semua juga sudah dikembalikan oleh pihak rekanan. “Pihak rekanan mengembalikan, karena kerugian itu sendiri ada sama dia, bukan sama kita,” bebernya.

Disampaikan, pembangunan MAN IC yang menghabiskan anggaran puluhan miliar itu, alokasi anggarannya bersumber dari pemerintah pusat melalui Kementerian Agama. Sistem pembangunannya dikerjakan bertahap, dan pembangunan juga akan kembali dikerjakan tahun ini oleh pemerintah pusat. “Yang pasti saya tidak tau persis berkaitan dengan pelaksanaan di tahun 2015 itu. Soalnya saat itu saya masih bertugas di Mataram,” ujarnya.

Terkait kelanjutan pembangunan tahun ini yang kembali dianggarkan, Azharuddin mengakui, dan akan selesai dikerjakan pada tahun 2022. Namun pembagunannya akan dilakukan Satuan Kerja (Satker) sendiri. Sehingga pelaksanaan kelanjutan pembangunan tahun  ini seutuhnya akan dikerjakan oleh pengurus MAN IC.

Anggaran untuk pembangunan MAN IC tahun ini sekitar Rp 4,5 miliar. Biaya itu dialokasikan untuk pembangunan beberapa sarana penambahan yang lain. Salah satunya kantor, ruangan guru, laboratorium, termasuk juga perpustakaan.

“Kalau tahun ini kita telah pisahkan biaya dengan MAN IC. Jadi mereka urus sendiri, dan MAN IC saat ini berada di bawah naungan Dirjen Pendis yang ada di pusat. Kita hanya sebatas koordinasi saja,” pungkas Azhar. (wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut