Kembangkan Wisata NTB Melalui Jejaring Medsos dan Online

MATARAM—Sebelum berkunjung ke suatu destinasi wisata, sebagian besar wisatawan pasti lebih dahulu browsing di internet, untuk mencari informasi tentang daerah yang bakal dikunjungi, baik itu info soal harga dan fasilitas hotel, restauran, obyek wisata, seni budaya, kuliner, serta tentu saja faktor keamanannya.

Hanya saja, kecenderungan wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara, saat ini mereka lebih mempercayai review dari rekan-rekannya sendiri yang tertuang dalam berbagai sosial media seperti youtube, facebook, twitter, dan lainnya, dibandingkan informasi yang tersaji di media online milik travel agent, atau penyedia jasa wisata sekalipun.

“Fenomena ini tentu harus bisa ditangkap oleh para pengelola travel agent dan pengelola jasa wisata lainnya di NTB, agar dalam mengisi konten website-nya sekaligus juga menyertakan review-review dari para tamu atau wisatawan yang pernah menggunakan jasanya,” saran Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB, HL Moh. Faozal, dalam sambutan pembukaan Workshop Digital Training for Destination in Indonesia, kerjasama Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, dengan Trip Advisor, yang berlangsung di Mataram, Kamis (25/8).

Pada kegiatan yang dihadiri oleh stakeholder kepariwisataan di NTB itu, mulai dari Pemda NTB, dalam hal ini Disbudpar NTB, perhotelan, travel agent, penggiat fotografi, bloger, termasuk sejumlah media di NTB, Kepala Disbudpar NTB juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada pihak Kemenpar RI dan Trip Advisor yang telah menyelenggarakan kegiatan workshop ini di Mataram.

Menurutnya, pengembangan wisata di NTB tidak dapat dilakukan oleh pemerintah seorang diri, tetapi harus melibatkan banyak pihak. “Karena itu, kami tak henti-henti berterima kasih kepada Kemenpar RI, yang secara intens mendukung pengembangan kepariwisataan NTB melalui berbagai kegiatan yang digelar di NTB, promosi diluar daerah bahkan keluar negeri, termasuk juga dukungan anggaran yang diberikan,” ujar Faozal.

“Melalui kegiatan workshop yang digelar Kemenpar RI dan Trip Advisor di Mataram ini, kami berharap kedepan para pelaku usaha wisata kita, bisa memanfaatkan secara maksimal, sehingga dapat terjalin jejaring yang lebih baik lagi dengan mitra-mitranya, baik skala nasional maupun internasional. Termasuk dapat menjadi wadah interaktif bagi calon wisatawan yang sudah maupun hendak berkunjung ke Lombok dan Sumbawa,” pesan Faozal.

Sementara Kepala Bidang Komunikasi Online Kemenpar RI, Diah Pahang, dalam arahannya menyampaikan workshop kali ini dilakukan sebagai bagian kerjasama Kemenpar RI dengan Trip Advisor untuk membantu mengembangkan dan mempromosikan sektor kepariwisataan di NTB.

“Lombok merupakan salah satu dari sepuluh destinasi wisata unggulan di Indonesia, yang diharapkan dapat menyumbang tingkat kunjungan wisatawan ke Indonesia. Kaena itu, menjadi kepentingan Kemenpar untuk ikut membantu mengembangkan industri wisata di NTB. Karena berhasil wisata di NTB, maka berhasil pula program kepariwisataan yang dijalankan Kemenpar RI,” tutur Diah.

Seperti diketahui lanjutnya, dunia maya atau media online saat ini sudah menjadi kebutuhan masyarakat, apalagi para wisatawan. “Untuk itu, suka atau tidak pelaku usaha wisata harus menyesuaikan dengan keadaan yang berkembang saat ini. Semua paket atau konten yang terkait dengan promosi pariwisata, harus juga hadir di media online melalui aplikasi-aplikasi secara digital,” sarannya.

Saat ini beber Diah, informasi atau kejadian apapun yang terjadi di belahan dunia manapun, semua sudah dapat di akses dalam hitungan detik di media online. “Apalagi hand phone yang dipegang masyarakat sekarang sudah canggih-canggih, dan paket yang dijalankan juga telah terhubung dengan dunia maya. Sehingga informasi apapun saat ini sudah dapat diakses melalui genggaman tangan,” urai Diah. (gt)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid