Kembangkan Gunung Jae, Lobar Minta Bantuan Pusat

DISKUSI: Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid, bersama para kepala OPD, Camat dan Kades saat berdiskusi usai meninjau kawasan wisata Gunung Jae kemarin (24/6). (Fahmy/Radar Lombok)

GIRI MENANG – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat akan melakukan pengembangan dan penataan wisata Gunung Jae Desa Sedau Kecamatan Narmada. Pemkab Lombok Barat akan akan melobi sejumlah lembaga kementerian untuk mendapatkan anggaran seperti Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa, Kementerian PUTR dan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pariwisata.” Kita rencanakan sumber anggaran dari pemerintah pusat,” kata Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid, saat meninjau objek wisata Gunung Jae.

Tahun ini, dua desa wisata di Lombok Barat sudah mendapat bantuan kementerian yaitu Desa Sesaot dan Desa Sekotong Tengah. Diusahakan kedua desa itu menerima bantuan tahun ini.

Luas lahan kawasan Gunung Jae sekitar  10 hektare. Tidak hanya mengandalkan pemerintah pusat, nanti juga dana pengembangannya akan dianggarkan lewat APBD. Seperti pengadaan pipa yang nanti bisa diswakelolakan, listrik dan yang lainnya.”Tidak ada anggaran khsusus. Makanya nanti kita upayakan pendanaan dari berbagai sumber,” tegasnya.

Wisata alam Gunung Jae sendiri merupakan sebuah area wisata yang sebenarnya bukanlah sebuah gunung, melainkan sebuah area yang dikelilingi perbukitan dan persawahan yang mengitari sebuah muara sungai berbentuk danau kecil yang tenang, jernih dan indah. Danau inilah yang menjadi objek utama wisata di tempat ini.

BACA JUGA :  Lobar Siapkan Satu Hotel Jadi Rumah Sakit Darurat

Awalnya tempat ini merupakan kawasan perkemahan biasa. Namun belakangan ini kawasan Gunung Jae berubah menjadi tempat rekreasi yang lebih menarik dengan adanya fasilitas-fasilitas dan wahana baru yang disediakan pemerintah desa setempat.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, H. Saeful Ahkam, mengatakan pihaknya sudah ada skema untuk pengembangan wisata Gunung Jae, yaitu dengan skema pendampingan dengan desa-desa wisata, melalui kerjasama dengan asosiasi.” Sudah ada komunikasi kita dengan Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) yang akan menjadikan beberapa desa wisata di daerah kita menjadi laboratorium pendampingan, “ kata Ahkam.

Salah satunya adalah Desa Sedau. Dinas Pariwisata sudah punya 60 desa wisata yang sudah dibagi menjadi klaster menjadi tiga kategori, dimana yang kategori rintisan yang di utamakan untuk dapat dampingan dengan kerjasama dengan para pelaku contohnya ASPPI.” Sedau wisata Gunung Jae sudah masuk dalam kerjasama ini,” katanya.

BACA JUGA :  Sebagian Besar Petahana Tumbang

Selain dengan asosiasi, perguruan tinggi kini banyak yang melakukan kuliah merdeka, tentu melalui KKN tematik, KKN Partisipatori, dan kuliah merdeka, desa-desa ini bisa menjadi sasaran kegiatan tersebut untuk mereka belajar dan bekerja. Di kawasan Gunung Jae ini sejak 2005 sebenarnya sudah tersentuh oleh Dinas Pariwisata ataupun pemerintah Kabupaten Lombok Barat.”Tapi taerget kita dalam jangka pendek adalah tempat ini semakin tertunjang oleh infrastruktur, aksesabilitas, dan amenitas yang lain,” ungkap Ahkam.

Kalau melihat perencanaan dan masterplan Desa Sedau, tinggal bagaimana membantu dari aspek SDM. Tentu ini menjadi tugas dan tanggung jawab semua pihak. ” Itulah kenapa kita menggandeng asosiasi, komunitas para pelaku dalam konteks pembangunan SDM berkepanjangan dan berkelanjutan,” tegasnya. (ami)