Kematian Pasien Covid-19 di NTB Tembus 363 Kasus

Update data Covid-19 di NTB pada tanggal 13 Februari 2021

MATARAM–Kasus kematian baru pasien Covid-19 di Provinsi NTB terus terjadi. Angka kasus kematian ini pun cukup tinggi.

Data Gugus Tugas Provinsi NTB terdapat 363 kasus kematian pasien Covid-19 sampai pada hari Jumat (12/2/2021). Terakhir terdapat dua kasus kematian baru. Keduanya yakni pasien nomor 8422 atas nama RA, laki-laki, usia 6 bulan, penduduk Desa Luk, Kecamatan Rhee, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak memiliki penyakit komorbid. Pasien nomor 8488 atas nama A, perempuan, usia 76 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Pada hari yang sama juga terdapat 65 kasus baru positif Covid-19. Kasus baru positif tersebut berasal dari Kota Mataram 22 kasus, Kota Bima 16 kasus, Sumbawa Barat delapan kasus,Sumbawa enam kasus,Lombok Timur lima kasus, Lombok Barat empat kasus, Lombok Tengah tiga kasus dan Dompu satu kasus.

Terdapat juga 117 penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari
Covid-19. Mereka berasal dari Lombok Tengah 52 orang, Kota Mataram ada 30 orang, Lombok Barat ada 15 orang, Sumbawa sembilan orang, Lombok Timur lima orang, Sumbawa Barat dan Dompu masing-masing tiga orang.

”Dengan adanya tambahan 65 kasus baru terkonfirmasi positif, 117 tambahan sembuh baru, dan dua kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19
11 di Provinsi NTB sampai hari ini (12/02/2021) sebanyak 8.534 orang, dengan perincian 6.962 orang sudah sembuh, 363 meninggal dunia, serta 1.209 orang masih
positif,” kata Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan
Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Lalu Gita Ariadi dalam siaran persnya Jumat malam.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah kasus suspek sebanyak 15.630 orang dengan perincian 534 orang (3,4%) masih dalam isolasi, 81 orang (0,5%) masih berstatus probable, 15.015 orang (96,1%) sudah discarded. Jumlah kontak erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 55.645 orang, terdiri dari 3.600 orang (6,5%) masih dalam karantina dan 52.045 orang (93,5%) selesai karantina. Sedangkan pelaku perjalanan yaitu orang yang
pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 110.117 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 493 orang (0,4%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 109.624 orang (99,6%).

Gita berharap bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu pasien yang masih berjuang melawan Covid-19 dengan mendonorkan plasma darahnya di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat. ”Mari kita terus waspada terhadap penyebaran Covid-19, yakni dengan patuh dan taat menerapkan
protokol kesehatan dan 5 T, yakni selalu gunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, mengurangi mobilitas dan menjauhi kerumunan. Kepada pengelola fasilitas publik, perkantoran dan pengelola tempat kegiatan usaha agar menyiapkan fasilitas pencegahan Covid-19 serta secara berkala mengimbau untuk mematuhi protokol kesehatan,” imbau Gita. (rl)