Kemarau Lombok Utara Berakhir, Bencana Hujan Diantisipasi

Kemarau Lombok Utara Berakhir, Bencana Hujan Diantisipasi
SIAP SIAGA : Kendaraan rescue BPBD Lombok Utara selalu siap siaga mengantisipasi bencana alam musim penghujan. (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Masuknya musim penghujan pada akhir bulan Desember, sejumlah titik-titik kekeringan di Lombok Utara mulai berhenti.

Peralihan musim ini tak lantas membuat masyarakat harus merasa nyaman dan aman untuk menikmati musim penghujan. Justru perlu diantisipasi datangnya bencana alam yang lebih mengerikan berupa longsor, banjir, dan angin puting beliung. “Musim kering sudah berhenti, dan sekarang sudah masuk musim penghujan. Tentu peralihan musim ini perlu diantisipasi banjir, longsor dan angin puting beliung,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Utara Iwan Maret Asmara kepada Radar Lombok, Selasa (5/12).

BACA JUGA :  Hasil Pilkades Lombok Utara, 4 Beres dan 2 Masih Bermasalah

Bencana musim penghujan sudah menyasar seluruh wilayah di Lombok Utara, mulai dari ujung Bayan hingga Pemenang. Sehingga pihaknya tetap memantau seluruh wilayah tersebut. Ketika pada saat hendak hujan (berawan) dan hujan lebat pihaknya akan langsung siap siaga dan melakukan koordinasi dengan seluruh jajarannya. Sebab, bencana-bencana tidak bisa diprediksi terutama angin puting beliung. Sedangkan, lokasi banjir dan longsor tentu yang diantisipasi bertempat tinggal di dekat sungai dan di perbukitan (hutan). “Semua wilayah sudah merata hujan,” jelasnya.

Pihaknya sangat menghindari menimbulkan korban. Oleh karenanya, jika ada potensi segera memberitahukan masyarakat. Akan tetapi, kondisi itensitas hujan saat ini memang masih rendah, pihaknya sudah mengantisipasi itensitas hujan tinggi pada bulan Desember, Januari, dan Februari. “Kita akan antisipasi sampai tiga bulan kedepan,” terangnya.

Berdasarkan pemetaan titik-titik kerawanan yang sudah dilakukan BPBD, yaitu rawan banjir air pasang (ROB) ada di lima titik, yaitu Teluk Kombal Desa Pemenang Barat, Muara Putat Desa Pemenang Timur, Jambianom Desa Medana, Tampes Desa Selengen, Lokok Buak Desa Sukadana. Selain itu, masyarakat juga harus mewaspadai tanah longsor khususnya yang berada di wilayah Pusuk dan Teluk Nara di Kecamatan Pemenang dan Dusun Lokok Aur Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan. Bahkan beberapa waktu lalu pihaknya telah turun melakukan pemetaan rawan bencana diantaranya rawan bencana longsor ada 10 titik, yaitu Pusuk Desa Pemenang Barat, Kerujuk Desa Pemenang Barat, Jeruk Manis Menggala Desa Pemenang Barat, Teluk Nara Daye Desa Malaka, Tebanyak Desa Tegal Maja, Pekatan Desa Jenggala, Selelos Desa Bentek, Santong Asli Desa Santong, Lokok Awur Desa Karang Bajo, Batu Gerantung Desa Loloan.

Dari sejumlah titik itu, pihaknya juga telah membentuk tim siaga bencana desa ada 11 desa dari 33 desa, yaitu Pemenang Timur, Pemenang Barat, Tegal Maja, Jenggala, Bentek, Rempek, Gumantar, Mumbul Sari, Salut, Senaru, dan Malaka. Sedangkan, forum pengurangan resiko bencana ada 10 Desa, yaitu, Pemenang Timur, Pemenang Barat, Tegal Maja, Jenggala, Bentek, Rempek, Gumantar, Mumbul Sari, Salut, Senaru. Sementara desa tangguh bencana ada 2 yaitu Desa Bentek dan Desa Pemenang Timur. “Kita sebenarnya ingin semua desa ada, tapi kami akan bentuk secara bertahap. Dan tahun ini sudah ada tambahan yaitu Desa Sigar Penjalian,” terangnya.

BACA JUGA :  Orang Gila Asal Lobar Berkeliaran di KLU

Kesiapan logistik dalam menghadapi bencana sudah siap siaga yang berkoordinasi dengan Dinas Sosial. Bentuk antisipasi itu dengan menyiapkan berbagai persiapan mulai stok logistik hingga perlengkapan evakuasi lainnya. “Hingga saat ini kami tetap siap siaga dalam hal penyiapan logistik kebencanaan, karena stok masih ada di kami. Ini bentuk mengantisipasi cuaca buruk atau kebencanaan lainnya,” kata Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Lombok Utara Hadari terpisah. 

Dijelaskan, logistik tersebut berupa sembako dan kebutuhan pokok lainnya. Selain itu, pihaknya juga menyiapkan sarana dan prasarana misalnya seperti tenda untuk membuat camp penampungan korban bencana umpamanya terjadi. “Karena bantuan logistik juga berasal dari Provinsi, makanya untuk tahun ini kita siap,” jelasnya.

Beberapa personel Tagana diklaimnya telah menyiapkan diri dalam menangani kondisi terburuk bencana alam yang timbul. Pun demikian dengan ketersediaan mobil maupun peralatan tim. Hadari menilai, antisipasi dini harus dilakukan menimbang cuaca yang tidak menentu belakangan ini. (flo)