Keluarga Tolak Autopsi, Kematian Pria dan Wanita dalam Mobil Masih Misterius

OLAH TKP: Tim dari Polresta Mataram saat melakukan olah TKP di lokasi penemuan dua mayat dalam mobil di kompleks pertokoan Jalan Dakota, Lingkungan Dakota, Kelurahan Rembiga, Kota Mataram, Senin (21/3). (IST FOR RADAR LOMBOK)

MATARAM–Penemuan mayat laki-laki dan perempuan di pertokoan Jalan Dakota, Lingkungan Dakota, Kelurahan Rembiga, Kota Mataram, membuat geger masyarakat, Senin pagi (21/3).

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh David salah seorang karyawan di Toko Rentokil. Diceritakan, saat itu dirinya baru datang ke toko tempatnya bekerja sekitar pukul 08.00 WITA, namun ada mobil Kijang DK 1354 YI terparkir persis di depan toko tempatnya bekerja.

Ia kemudian mendekati mobil  dengan tujuan untuk menyuruh tidak parkir di sana. “Mobil itu menghalangi parkir di depan toko,” cerita David saat dihubungi Radar Lombok, Senin (21/3).

Namun saat mendekati mobil tersebut, ia dikejutkan dengan laki-laki dan wanita seperti tertidur di dalam mobil tersebut. Terlebih lagi saat ia melihat salah satu dari mereka mengeluarkan busa dari mulutnya. “Posisinya itu bersender dengan kursi diluruskan. Yang laki-laki itu keluar busa dari mulutnya,” katanya.

Mesin mobil tersebut masih menyala. Namun dirinya  tidak cukup berani dengan apa yang telah dilihatnya, kemudian memilih meminta bantuan ke Lanud Mataram. “Saya tahu ada orang di dalam, tapi saya tidak berani untuk menggedor dan membuka pintu mobilnya, lalu saya ngelapor ke penjagaan di Lanud,” imbuhnya.

Setelah pihak Lanud datang, kemudian mesin mobil dimatikan dan mengatakan bahwa orang yang di dalam mobil tersebut sudah meninggal dunia. Kebetulan, pintu mobil tidak terkunci, hanya tertutup biasa.

Sementara, pihak Polresta Mataram yang mendapati informasi langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP). Saat di lokasi, pihaknya menemukan mesin mobil masih dalam keadaan hangat dan keadaan dalam mobil sangat dingin. Bahkan sampai berembun.

BACA JUGA :  KPK Sambangi Kejati, Kasus RSUD KLU Jadi Atensi

“Menurut saksi pertama yang menemukan korban,  keadaan mobil dan AC mobil masih menyala. Ketika di cek oleh saksi, ditemukan dua orang di dalam mobil dan sudah tidak bernyawa dan melaporkannya ke Polresta Mataram,” sebut Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa kepada media saat dimintai keterangan.

Saat dilakukan pemeriksaan di TKP, tidak ada hal aneh yang ditemukan. Dan kondisi dalam mobil juga dalam keadaan rapi. Polisi  menemukan pakaian, makanan dan sebuah tas. Penemuan lain di dalam mobil ialah struk pembelian BBM di SPBU Kuta, Mandalika per tanggal 17 Maret 2022. Namun untuk tiket menonton MotoGP sendiri belum ditemukan.

“Tiket menonton belum ketemu, cuman struk pembelian BBM saja yang ditemukan, itu tertanggal 16 atau 17,” katanya.

Kedua korban diketahui berinisial K (32) perempuan, warga Desa Senggigi, Kecamatan Batu Layar, Lombok Barat, belum menikah. Sedangkan korban laki-lakinya LH (31) asal Guntur Macan, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, dengan status sudah menikah.

Setelah dilakukan olah TKP, polisi berkoordinasi dengan RS Bhayangkara untuk dilakukan visum luar. Berdasarkan hasil visum luar yang didapati dari dokter forensik, kedua korban tidak didapati adanya kekerasan fisik. Sehingga akan ditempuh upaya pemeriksaan lebih dalam, yakni dilakukan autopsi.

BACA JUGA :  Pemutusan Kontrak PT GTI Tunggu Kajian

“Dari kedua korban tidak ada indikator kekerasan yang ditemukan. Sehingga kami berencana untuk melakukan pendalaman melalui mekanisme autopsi. Namun harus menunggu persetujuan dari pihak keluarga terlebih dahulu,” katanya.

Adapun untuk indikasi penyebab kematian kedua korban belum bisa dipastikan. Namun fakta di lapangan menurut salah satu saksi, kata dia, mobil ditemukan masih dalam keadaan menyala, begitu juga dengan AC mobil. Dan saksi lainnya juga mengatakan, mobil tersebut sudah di lokasi dari Minggu sore (20/3) sekitar jam 15.00 WITA.

Terpisah, Iptu I Nyoman Made Yasa selaku Kaur Dokpol RS Bhayangkara Polda NTB mengatakan, kedua korban sudah dilakukan pemeriksaan luar. Dan berdasarkan hasil pemeriksaan fisik luar bahwa tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan.

“Kita sudah sampaikan ke penyidik, tidak ada tanda-tanda kekerasan fisiknya. Kami dari RS Bhayangkara menerima permintaan dari penyidik saja untuk dilakukan visum luar. Hasil visum dari keduanya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik,” sebutnya.

Saat ditemukan, kedua korban tengah berada di dalam mobil dengan kondisi mesin masih menyala dan tertutup. Kabarnya juga AC mobil masih menyala. Saat ditanya apakah ada indikasi kedua korban meninggal karena keracunan AC atau tidak, ia tidak berani memastikan, karena untuk memastikan hal itu perlu dilakukan autopsi lebih dalam. Sementara pihak keluarga menolak untuk dilakukannya autopsi.

“Kalau untuk mencari penyebab kematiannya harus dilakukan autopsi, bedah mayat,” imbuhnya. (cr-sid)