Keluarga TKI Tewas Terima Santunan

SANTUNAN: Sekdis Dissosnakertran Lotim, Ridatul Yasa saat memberikan santunan kepada para keluarga korban TKI yang tenggelam di perairan Batam beberapa waktu lalu (GAZALIE/RADAR LOMBOK)

SELONG—Setelah beberapa waktu tertunda, akhirnya keluarga para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Lotim yang menjadi korban kapal tenggelam di Perairan Batam beberapa waktu lalu menerima santunan. Dalam kejadian tragis itu, sebanyak 7 TKI Lotim harus meregang nyawa.

Proses pemberian bantuan itu, para keluarga korban diundang langsung ke Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transimigrasi (Dissosnakertran) setempat, Kamis (8/12). Besaran bantuan yang diberikan, Rp. 2 juta untuk masing-masing keluarga para TKI tersebut.

Sekretaris Dissosnakertrans Lotim, Ridatul Yasa mengatakan, secara aturan pemberian santunan sebenarnya tidak diperbolehkan. Dengan alasan karena bisa mengarah mendukung terkait keberadaan para TKI illegal. Namun ini dilakukan semata sebagai bentuk keprihatinan Pemkab terhadap keluarga korban yang ditinggalkan.

“Kami harap kejadian ini bisa dijadikan pelajaran oleh para keluarga yang ditinggalkan. Jangan sampai ada lagi yang tergiur menjadi TKI lewat jalur yang tidak resmi,” harapnya.

Dikatakan, jika melalui jalur resmi, ketika ada masalah, keluarga para TKI bisa mendapatkan bantuan dengan besaran mencapai Rp 70 juta samapi Rp 80 juta. Mengingat mereka sudah memiliki asuransi keselamatan dalam bekerja. “Hanya saja karena melalui jalur illegal, keselamatan jiwa para TKI yang meninggal terabaikan,” terangnya.

BACA JUGA :  PAN KLU Terima SK Pengesahan

Santunan senilai Rp 2 juta ini diserahkan kepada 7 orang keluarga korban TKI yang meninggal. Mulai dari istri korban, suami hingga orang tua mereka datang menerima bantuan ini. Adanya bantuan yang diberikan pemerintah ini dinilai sangat berarti oleh para keluarga. “Ini untuk biaya roah (selamatan). Sebelumnya kan kami berhutang soalnya,” kata Nursafaah, istri dari almarhum Suparlan, TKI yang meninggal asal Jenggik.

Kebanyakan bantuan ini dimanfaatkan para keluarga korban untuk mengganti biaya zikiran mendoakan almarhum dan almarhumah TKI yang meninggal. Mereka pun merasa bersyukur dengan bantuan ini, meski jumlahnya tak seberapa. (lie)