Keluarga Miskin Penerima PKH di NTB Akan Dapat Set Top Box Gratis

Ilustrasi peralihan siaran TV Analog ke Digital. (IST/KEMENKOMINFO)

MATARAM–Keluarga miskin yang merupakan penerima program keluarga harapan (PKH), tidak perlu cemas dengan adanya Analog Switch Off (ASO) atau migrasi TV analog ke TV digital. Pasalnya, penerima PKH dipastikan mendapat bantuan Set Top Box atau STB gratis.

Demikian diungkapkan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Nelly Yuniarti, Senin (6/6/2022), usai mendampingi Wakil Gubernur NTB bertemu Menteri Kesehatan RI di Hotel Aruna Senggigi, Lombok Barat, NTB.

“Khusus untuk keluarga miskin atau rumah tangga miskin (RTM, red) penerima PKH, akan mendapat bantuan set top box atau STB untuk bisa menerima siaran TV digital secara cuma-cuma alias gratis,” ungkapnya.

Nelly menjelaskan, STB gratis untuk keluarga miskin tersebut disediakan oleh penyelenggata multiplexing (Mux), baik dari Lembaga Penyiaran Publik (LPP) maupun Lembaga Penyiaran Swasta (LPS).

“Diskominfotik bersama KPID NTB beberapa waktu lalu sudah mengajukan usulan ke pusat, terkait bantuan STB gratis untuk RTM atau penerima PKH di NTB agar dilebihkan. Insyaallah dan semoga semua berjalan seperti harapan kita,” katanya.

Nelly mengajak masyarakat NTB khususnya di empat kabupaten/kota di Pulau Lombok yang masuk kawasan ASO tahap I, yakni Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur dan Kota Mataram yang saat ini dalam tahap proses ASO, agar segera beralih ke siaran TV digital.

“Dengan menonton siaran TV digital, masayarakat tidak perlu lagi khawatir layar televisinya banyak semutnya alias gangguan, karena tampilan siaran TV digital dijamin kualitasnya, gambarnya bersih, suaranya jernih tanpa noise dan tentunya tidak berbayar,” ujarnya.

“Salah besar kalau ada yang beranggapan nonton siaran TV digital pakai mbayar. Siaran TV digital itu gratis, beda dengan nonton video streaming di youtube yang harus pakai kuota internet,” tambah Nelly.

Sementara bagi masyarakat yang telah memiliki dan atau menggunakan TV digital, ia mengimbau agar segera melakukan scanning (pindai) ulang program siaran televisinya. (Diskominfotik/RL)