Keluarga Mahasiswa Gantung Diri Minta Diotopsi

GANTUNG DIRI: Danu Ardiyanto, seorang mahasiswa ditemukan tewas gantung diri di Dusun Karang Kesambik Desa Menemeng Kecamatan Pringgarata Lombok Tengah, Minggu (18/12). (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

PRAYAKasus meninggalnya Danu Ardiyanto, 22 tahun, warga Desa Bunut Baok Kecamatan Praya, kini diungkit keluarganya. Mahasiswa yang ditemukan tewas akibat gantung diri di Dusun Karang Kesambik Desa Menemeng Kecamatan Pringgarata sekitar pukul 07.30 Wita, Minggu (18/12) lalu ini diminta untuk diotopsi. Soalnya, pihak keluarga menemukan adanya kejanggalan kaitan dengan kematian korban yang sebelumnya dikabarkan memilih mengakhiri hidupnya karena permasalahan asmara.

Keluarga korban, M Nizam menyatakan, pihaknya bersama keluarga meminta Satreskrim Polres Lombok Tengah mengusut tuntas penyebab kematian keluarganya tersebut. Karena diduga kuat ada kejanggalan soal kematian korban yang membuat pihak keluarga menuntut dilakukan otopsi. Mengingat setelah diperhatikan posisinya gantung diri itu menyentuh tanah dan dianggap sangat janggal. “Jadi menurut kami ada kejanggalan mengingat yang namanya orang mati bunuh diri itukan tidak seperti itu, paling tidak 70 cm dari muka bumi tapi inikan tidak tapi kakinya korban menyentuh tanah. Jadi dengan adanya kejanggalan ini membuat kami tidak terima dan meminta untuk dilakukan otopsi,” ungkap M Nizam saat ditemui di Polres Lombok Tengah, Selasa (27/12).

Dari informasi pihak kepolisian memang tidak ditemukan adanya luka lebam atau bekas luka kekerasan. Tapi kasus pembunuhan bisa saja dilakukan dengan berbagai macam cara, sehingga pihaknya sudah meminta kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti agar pihak keluarga mendapat kepuasan guna mengetahui penyebab kematian korban. “Apapun hasilnya nanti, entah kalau dia bunuh diri maka kami akan ikhlas menerima. Tapi setelah kami cermati dari foto yang kami telah dikirimkan sangat kami terpukul karena sangat tidak wajar,” terangnya.

Baca Juga :  TPPD Pastikan Loteng Siap Jadi Pusat Pemerintahan Provinsi

Nizam mengakui korban selama ini dikenal orang yang baik dan rendah hati, karena sebelum kuliah di Lombok, korban pernah sekolah di Batam. Sehingga pihaknya juga memastikan tidak ada musuh korban karena selama ini tidak pernah ada masalah yang dilakukan korban. “Belum ada juga yang kita curigai, makanya kita serahkan sepenuhnya kepada APH,” tegasnya.

Nizam juga tidak menafikan sebelumnya pihak keluarga menolak dilakukan otopsi mengingat sebelumnya pihak keluarga diwakili adik perempuannya, sehingga tidak menutup kemungkinan pihak keluarga masih bingung dan terpukul dengan kejadian itu. “Waktu itu juga agar cepat pemakaman korban. Sekarang kita mau melakukan otopsi dan tidak ada tekanan dan ini keinginan dari keluarga setelah dilakukan musyawarah,” jelasnya.

Hal yang membuat mereka yakin untuk melakukan otopsi karena ditemukan kejanggalan lainnya, pesan atau tulisan di secarik kertas yang ditemukan di kos atau tepatnya di bawah HP yang ditinggalkan korban ternyata tidak sesuai dengan tulisan korban. Dalam tulisan yang ditemukan baginya sangat jauh berbeda dengan tulisan asli korban. “Kita sudah cocokan dengan tulisan korban dan setelah kami perhatikan, tulisannya berbeda. Atas kejanggalan itu, pihak keluarga telah musyawarah dan sepakat untuk dilakukan otopsi dan dari pihak kepolisian tadi juga mengaku akan menindaklanjuti,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, korban gantung diri disebuah plafon gudang bekas kandang ayam menggunakan sabuk karate. Tepatnya, pada Minggu (18/12/2022) sekitar pukul 07.30 Wita di Dusun Karang Kesambik Desa Menemeng Kecamatan Pringgarata. Dari hasil olah TKP dan keterangan saksi-saksi saat itu, didapatkan keterangan bahwa korban gantung diri karena diduga akibat cemburu.

Baca Juga :  Ditolak RSUD, Bayi Empat Bulan Meningal Dunia

Korban ditemukan berawal ketika ibu kos korban atas nama Hj Djamirah, perempuan, 50 tahun sekitar pukul 07.20 Wita, menyuruh cucunya bernama Galuh untuk mengantarkan sarapan kepada korban, akan tetapi Galuh kembali menemuinya dan berkata ‘’Ninik, gantung kakak’’. Namun, Hj Djamirah tidak paham maksud yang disampaikan oleh cucunya dan selanjutnya ia ke kamar mandi untuk mandi karena akan pergi ke Senggigi liburan dalam rangka perpisahan murid PAUD.

Setelah selesai mempersiapkan segala perlengkapan sebelum berangkat, ia mengantarkan sarapan ke kamar kos korban. Namun sebelum tiba di kamar kos korban, ia menemukan korban sudah dalam posisi tergantung, tepatnya di bagian plafon gudang bekas kandang ayam yang berjarak sekitar 4 meter dari kamar kos korban.

Mengetahui hal tersebut, Hj Djamirah sontak kaget dan langsung berteriak meminta pertolongan. Warga yang mendengar teriakan tersebut langsung berdatangan dan selang beberapa saat kemudian, Kepala Dusun Karang Kesambik pun datang ke lokasi  kemudian langsung menghubungi Polsek Pringgarata.

Mendapatkan laporan tersebut Personel Polsek Pringgarata langsung menuju TKP melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi saksi yang mengetahui peristiwa tersebut. Dari hasil Olah TKP dan keterangan saksi-saksi untuk sementara didapatkan keterangan bahwa korban gantung diri karena diduga akibat cemburu terhadap pacarnya. (met)

Komentar Anda