Keluaga Terima Kematian Made Meranggi

AKP Zaky Maghfur

GIRI MENANG-Masih ingat Warga Perumda Utara Gerung Lombok Barat (Lobar) I Made Meranggi (65), pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkab Lobar yang ditemukan meninggal dalam kondisi membusuk di kediamannya, Rabu siang (8/7)?

Kapolsek Gerung AKP Zaky Maghfur mengatakan, pihak keluarga menerima kematian korban dan menolak dilakukan autopsi. Kendati demikian, berdasarkan informasi dari Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Mataram, hasil visum tidak ada tanda-tanda luka kekerasan. “Atas penemuan jenazah di BTN Pemda Rabu(8/3) lalu atas nama I Made Meranggi, kita sudah kroscek dengan RS Bhayangkara. Di sana sudah di lakukan visum luar dan disimpulkan tidak ada luka-luka dari luar,” ungkap Zaky, Jumat (10/3).

Kemudian berkaitan dengan adanya isu dugaan pembunuhan atas korban, dikatakan, pihaknya hanya berdasarkan pemeriksaan keterangan keluarga kemudian dari hasil visum. Jika terdapat asumsi pembunuhan sekiranya dapat disikapi bijak.

Dari keterangan keluarga lanjutnya, korban termasuk tertutup. Dari keterangan Teguh, anak laki-laki korban, bapaknya pernah terlihat melakukan pemeriksaan kesehatan ke RS. “Anaknya Teguh ini sempat melihat Bapaknya (korban) pernah dicek pada bagian dadanya, dan menyatakan kemungkinan sakit jantung yang bersangkutan,” jelasnya.

[postingan number=3 tag=”lobar”]

Adapun berkaitan dengan kondisi korban yang tidak menggunakan busana saat dimasukkan ke kantung jezanah diterangkan, sebenarnya saat awal ditemukan, korban tersebut menggunakan kain yang menutupi bagian bawah badan korban. “Yang bersangkutan ini menggunakan kain, di bawahnya itu ada kain. Entah karena terjatuh akhirnya kain itu terbuka, jadi tidak telanjang,” tegasnya.

Selanjutnya berkaitan dengan kapan pastinya korban meninggal, dia tidak berani menyimpulkan. Karena dari hasil pemeriksaan visum yang ada tidak menyebutkan berapa hari kematian korban.

Seperti diketahui penemuan mayat sekitar jam 12.00 WITA Rabu lalu menggegerkan warga sekitar. Penemuan mayat pertama kali oleh istri korban Ni Ketut Ranis (54) dan seorang tukang bernama Tohri (35)

Kronologisnya, istri korban curiga karena korban tidak pernah menghubungi selama seminggu. Sebaliknya, ketika dihubungi, korban juga tidak pernah mengangkat. Merasa ada yang aneh, istri korban pun berinisiatif untuk datang ke rumahnya yang berada di Perumda Utara Desa Dasan Tapen Gerung. Sampai di kediamannya, istri korban melihat pintu samping rumah terbuka, sementara gerbang rumah terkunci.

Karena tak bisa masuk ke rumah, dia meminta tolong ke tukang, Tohri yang bekerja di samping rumah untuk melihatkan kondisi di dalam rumah. Tanpa pikir panjang, Tohri turun melalui bangunan di samping dengan melewati atap garasi. Didapatilah I Made Meranggi sudah terbujur kaku dengan bau busuk menyengat.

Tohri pun kemudian melaporkan itu, dan diminta merusak gembok pintu gerbang. Sehingga istri korban bisa masuk. Dia pun langsung histeris begitu melihat suaminya sudah dalam keadaan membusuk. Dalam kondisi panik, istri korban pun menghubungi anak-anaknya untuk datang ke rumahnya dan juga menghubungi pihak kepolisian. (zul)