Keliling Mataram Naik Bus Sambil Minum Kopi

Gebrakan Dispar Mataram Ditengah Pandemi

BUS KOPI: Dinas Pariwisata Kota Mataram bekerjasama dengan pengusaha kopi melaunching paket wisata di Kota Mataram, menikmati kopi diatas kendaraan bus sambil keliling Kota Mataram. (SUDIR/RADAR LOMBOK)
BUS KOPI: Dinas Pariwisata Kota Mataram bekerjasama dengan pengusaha kopi melaunching paket wisata di Kota Mataram, menikmati kopi diatas kendaraan bus sambil keliling Kota Mataram. (SUDIR/RADAR LOMBOK)

MATARAM —Ditengah pandemi corona, dan seiring kebijakan nurut tatanan baru atau new normal, Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram membuat gebrakan untuk menghidupkan kembali pariwisata di Kota Mataram. Yakni paket wisata dengan konsep destinasi tengah Kota Mataram menggunakan bus berjalan sambal menikmati kopi.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, H Nizar Deni Cahyadi mengatakan, keberadaan bus kopi ini atas inisasi bersama dengan para pengusaha kopi asal Kota Mataram, yang telah meluncurkan terobosan baru.

“Salah satu pengusaha Bus Coffee, Komang Karung, menyajikan wisata kuliner Bus Coffee yang memanjakan para penikmat kopi. Para pengunjung bisa rekreasi ditengah kota, sambil menikmati kuliner dan kopi yang khas,” kata Deni, kepada Radar Lombok, Senin kemarin (31/8).

Menurutnya, langkah ini merupakan terobosan baru untuk menggaet para pengunjung dan penikmat kopi di Mataram. Terbukti beberapa kunjungan mulai masuk, bukan hanya dari Kota Mataram saja, namun juga dari luar Kota Mataram.

Hal ini tentu bisa membantu meningkatkan ekonomi di tengah pandemi virus corona. “Ini konsep model kebaruan yang dihadirkan di Kota Mataram, keliling Kota Mataram bisa menikmati suasana Kota Mataram sore hari, sambal ngopi diatas bus yang berjalan,” jelas Deni.

Selain itu kata Deni, ditengah pandemi yang belum berakhir, masyarakat dituntut memunculkan hal-hal baru untuk mendongkrak ekonomi. Konsep mendekatkan produk dengan konsumen, menjadi salah satu trik jitu untuk menggaet kembali jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Mataram, melalui Bus Kopi paket destinasi wisata Kota Mataram dimassa pandemi corona.

Harga yang ditawarkan lanjut Deni, juga cukup terjangkau dan murah. Dengan hanya membayar Rp 50 ribu, sudah bisa menikmati aneka kuliner dan kopi di dalam bus. Ditambah lagi dengan iringan musik-musik tradisional, sehingga semakin memikat.

Dalam perjalanan, para pengunjung juga bisa singgah ditempat-tempat destinasi religi dan pantai di Kota Mataram. “Artinya, pengelola busa wisata juga memberikan kesempatan kepada para penumpang untuk menikmati kopi sambil menikmati destinasi wisata yang dikunjungi, seperti di Pantai Gading, Pantai Loang Baloq, Pantai Ampenan, dan lainnya,” jelas Deni.

Terpisah, Anggota Komisi III DPRD Kota Mataram, Shinta Primasari mengatakan, adanya gebrakan baru dinas terkait itu diyakini bisa menghidupkan kembali dunia pariwisata di Kota Mataram. “Selama pandemi corona, hampir tidak ada aktifitas. Sehingga praktis dunia pariwisata mati suri,” sebutnya.

“Tentunya harus tetap memperhatikan protokol kesehatan. Kita minta ada langkah-langkah yang lebih cepat lagi untuk menghidupkan kembali pariwisata di Kota Mataram, sehingga bisa berdampak pada ekonomi masyarakat,” sambungnya. (dir)