Kelangkaan Semen Masih Berlangsung

Kelangkaan Semen Masih Berlangsung
STOK LANGKA : Kapal pengangkut semen di Pelabuan Pelindo, Lembar Lombok Barat saat melakukan bongkar muat.( IST/ RADAR LOMBOK)

Pasokan Semen Masih Terbatas

MATARAM – Keberadaan semen merk tiga roda masih sulit ditemukan di sejumlah distributor maupun pengecer. Kelangkaan semen merk tertentu yang sudah familiar di masyarakat ini membuat proses pembangunan terganggu. Seperti pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) dan proyek infrsatruktur lainnya. Hampir di seluruh toko bangunan, ketersediaan stok semen merk tiga roda mulai kosong.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi NTB, Hj Putu Selly Andayani membenarkan jika stok semen menipis. Tapi, sejak 12 September lalu, secara perlahan pasokan semen berbagai merk kembali mulai datang. Ada sekitar 7.500 ton semen beraneka merk datang melalui pelabuhan Lembar, Lombok Barat.

“Pada 18 September mendatang, semen akan kembali masuk, sekitar 7.500 ton berbagai merk,” kata Hj Putu Selly Andayani, Senin kemarin (16/9).

Kedatangan pasokan 7.500 ton semen ini sudah ditunggu-tunggu oleh konsumen.  Pasokan sebanyak 7.500 ton semen beraneka merk ini, dipastikan akan langsung ludes habis terjual dalam hitungan jam. Pasalnya, masyarakat yang sudah memesan akan langsung antri mengambil di distributor atau pengecer. Dengan demikian, pasokan 7.500 ton semen itu otomatis akan kembali membuat stok kembali kosong.

Menurut Selly, pasokan yang terbatas, berdampak pada kelangkaan semen di NTB, sehingga harga pun ikut naik di tingkat konsumen.  Terlebih lagi, saat ini pembangunan infrastruktur di NTB cukup banyak. Mulai dari proyek pemerintah untuk pembangunan jalan, bendungan, dan proyek gedung perkantoran serta lainnya. Belum lagi untuk kebutuhan pembangunan rumah korban gempa bumi yang jumlah ratusan ribu, baik itu rusak ringan, rusak sedang hingga rusak berat membutuhkan semen dalam jumlah banyak.

Kendati pasokan semen menipis dan stok hampir kosong, Selly menyebut harga jual semen di toko pengecer masih dalam kondisi aman. Seperti merk semen Bosowa di toko pengecer harga jual Rp 55 ribu per zak, Tonas Rp 58 ribu per zak dan Tiga Roda harga jual Rp 59 ribu per zak.

Selanjutnya, Selly menyebut, data Disdag NTB untuk stok semen merk Tiga Roda hingga, Senin (16/9) mencapai 5.500 ton. Jumlah tersebut hasil bongkar muat pada Selasa (10/9) lalu. Kemudian stok semen curah mencapai 7.500 ton di bongkar muat pada Kamis (12/9) lalu.

“Harga di distributor Rp 56.750 per zak, sehingga harga jual diatas itu. Memang sempat harga semen tembus sampai Rp 80 ribu per zak,” sebutnya.

Sementara itu, untuk stok semen Bosowa hingga saat ini mencapai 6.900 zak. Dengan harga jual Rp 56 ribu per zak, kemudian ada semen Gresik stok tercatat sebanyak 4.250 ton.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, nanti 18 September akan masuk lagi 7.500 ton semen,” ujarnya.

Sementara itu, Pimpinan PT Saka Agung Abadi Sweta, Kota Mataram Suanto Sanjaya mengatakan, kekosongan semen terjadi karena ada masalah perbaikan (maintenance), di pabrik semen Tiga Roda yang ada di Kalimantan.

“Semen kita saat ini memang sedikit berkurang, apalagi curah. Karena curah kosong, masyarakat jadi serbu yang zak juga,” katanya.

Untuk memastikan ketersediaan semen yang sempat langka, pihaknya meminta bantuan kepada distributor pusat untuk mempercepat pengiriman semen yang sempat menipis di sejumlah wilayah di NTB.

“Kami sudah minta bantuan ke distributor yang ada di Jakarta. Semoga bisa cepat datang,” ujarnya. (dev)