Kekurangan Ruang Kelas, Para Siswa Ini Belajar di Musala

Kekurangan Ruang Kelas, Para Siswa Ini Belajar di Musala
BELAJAR DI MUSHOLA: Akibat keterbatasan ruangan kelas, para siswa SMPN 1 Suralaga terpaksan melaksanakan kegiatan belajar mengajarnya di Mushola. (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG—Puluhan siswa SMPN 1 Suralaga, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), terpaksa harus belajar berdesak-desakkan di sebuah Musholla. Itu terjadi akibat sekolah kekurangan ruang kelas. Bahkan beberapa ruang kelas yang adapun kondisinya kurang layak, dan sedang mengalami di renovasi.

“Dari jumlah siswa sebanyak 315 orang, ketersediaan ruang kelas hanya sebanyak 11 unit saja. Sehingga sekolah menggunakan ruangan laboratorium sebagai ruang kelas,” kata Kepala SMPN 1 Suralaga, Mulawarman, Kamis kemarin (19/10).

Kebutuhan sekolah sebenarnya untuk ruang kelas sebanyak 12 unit, dimana pemerintah sebelumnya memberikan bantuan sebanyak 2 ruang kelas. Hanya saja, karena kebutuhan, pihak sekolah mengembangkan bantuan pemerintah menjadi 3 ruang kelas. “Kita sebenarnya mendapat satu lokal saja. Tapi karena kebutuhan, sekolah kembangkan,” tegasnya.

Kondisi siswa belajar di Musholla lanutnya, dialami sejak tahun ajaran baru. Dimana dalam Musholla, sekolah membagi menjadi dua kelas, yang tentunya membuat proses belajar mengajar menjadi tidak efektif secara proses, dimana dalam satu kelas dua orang guru tentunya sangat menggangu. Sehingga pihaknya berharap ini dapat segera diselesaikan.

“Ini segera kita akhiri. Namun hingga saat ini masih kita menunggu pemeriksaan terkait bangunan kita. Dimana kita mendapat 1 lokal, tapi kita kembangkan menjadi 3 ruang karena kebutuhan,” jelasnya.

Disampaikan, permasalahan kekurangan ruang kelas sudah lama diusulkan. Dimana usulan dilakukan melalui laporan bulanan kepada Kasi Sarana. Namun respon yang kita terima harus menunggu proyek, yang hingga saat ini belum ada jawaban. ”Ini sudah kita sampaikan ke orang tua, dan mereka bisa memaklumi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim, Lalu Suandi, ketika dikonfirmasi mengatakan bantuan pemerintah dari berbagai sumber sedang berjalan, baik bantuan yang berasal dari DAK maupun dana bantuan pusat.

”Jadi pembangunan itu bukan hanya untuk saat ini saja, tapi pembangunan masih akan berjalan hingga tahun berikutnya. Sekarang kita masih memberikan bantuan kepada yang prioritas dulu,” jawabnya.

Dikatakan, kalau pemerintah akan menuntaskan pembangunan pada tahun 2017, dimana anggaran yang dimiliki sangat terbatas. Tentunya tidak akan bisa dilakukan. Namun tahun 2018 mendatang, pemerintah akan berupaya untuk menuntaskan permasalahan yang ada. ”Tahun 2018 juga masih banyak pekerjaan yang menjadi prioritas, dan kita akan memprioritaskan sekolah-sekolah yang butuh ini,” janjinya. (cr-wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid