Kekeringan, Petani belum Bisa Tanam Tembakau

Petani belum Bisa Tanam Tembakau
KEKERINGAN N: Embung warga yang berada di wilayah Batu Nampar sudah mulai kuring. (Janwari Irwan/Radar Lombok)

SELONG – Kekeringan di banyak titik di wilayah selatan dan menancam tanaman tembakau petani. Petani juga mengklaim belum ada tindakan kongkrit Pemkab melalui dinas terkait untuk mengatasi masalah ini.

Salah satu warga Dusun Selayar Kecamatan Sakra Timur, Amaq Rahadi  mengatakan, hingga saat ini masih banyak petani belum bisa menanam tembakau karena kekurangan air. Padahal sebagian lainnya sudah mulai menanam tembakau baik tembakau rajang maupun tembakau Virginia demi mengejar harga yang lebih baik.”Kalau tidak ada air hujan yang turun, sepertinya saya tidak bisa menanam  tembakau tahun ini. Karena air hanya sampai ke bagian utara saja,” katanya saat ditemui di sawahnya, Kamis (5/7).

Agar bisa menanam tembakau seperti petani yang lain, saat ini langkah yang dilakukan adalah mencari sumber air yang bisa disedot airnya. Jika tidak, sawah yang merupakan lahan pencahariannya akan sia-sia. “ Kalau saat ini saya memang tidak bisa pungkiri, banyak masyarakat yang mengeluh karena hujan tidak pernah turun,”katanya.

Dam Pandandure sangat penting. Akan tetapi dam yang berada di Desa Swangi ini dianggap hanya bisa dirasakan oleh warga yang berada bawah bendungan dan wilayah selatan saja. Sehingga ia berharap kedepan pemerintah membuat saluran ke wilayah Sakra Timur untuk menghindari kekeringan.

Hal senada juga  diakui Fauzi. Ia mengaku saat ini lahan pertanian warga belum bisa ditanami tembakau. Pasalnya, hingga saat ini air yang digunakan untuk menanam tidak kunjung ada. “ Tahun ini memang terparah, banyak petani yang tidak bisa menanam tembakau gara-gara kekurangan air,”akunya.