Kejati Temukan Proyek Jembatan Sembalun Bermasalah

Erwin Indrapraja
Erwin Indrapraja.( DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D)  Kejaksaan Tinggi NTB menemukan masalah pada proyek pengerjaan jembatan penghubung jalan nasional di Sembalun, Lombok Timur. 

Proyek jembatan nasional dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ini senilai Rp 45 miliar untuk tiga titik. Masing-masing jembatan Longken, jembatan Koko Segara dan jembatan Tampes. Tiga jembatan itu jadi penghubung proyek jalan nasional dari Kecamatan Bayan, Lombok Utara hingga Sembalun, Lombok Timur. 

Hanya saja berdasarkan temuan TP4D, dua di antara ketiga jembatan tersebut progres pengerjaannya lamban.
Jembatan yang dimaksud yakni jembatan Longken dan jembatan Tampes. “Begitu kita turun beberapa hari yang lalu kita temukan progresnya baru sekitar 20 persen,” sebut Kasi TP4D Bidang Intelijen Kejati NTB, Erwin Indrapraja, Senin (23/9).

Erwin menilai pihak perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut belum memiliki metode khusus dalam percepatan pembangunan. “Alat saja lama sekali didatangkan. Sekadar alat loh ya,” ungkapnya. 

Meski begitu, Erwin mengaku bahwa pihaknya masih optimis pengerjaan proyek tersebut dapat dipercepat pengerjaannya dengan  tetap mengedepankan kualitas.
Beberapa pihak sudah dipanggil TP4D seperti pejabat pembuat komitmen (PPK), konsultan supervisi dan penyedia jasa. Pemanggilan untuk membahas percepatan pembangunan jembatan tersebut. “Besok kita akan tinjau lagi ini untuk melihat progresnya. Jika terus bermasalah kita akan cabut pendampingan dan merokemendasikan PPK memberikan peringatan terhadap perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut,” tegasnya.

Berdasarkan data yang tertera di laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE)  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), paket jembatan ini disebut penggantian jembatan Longken Cs dengan nilai Rp 45.669.823.000. Pelaksanaan pekerjaan di Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur sampai Desa Tampes, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Abdi Mulia Berkah. (der)