Kejati dan Polda NTB Buru Mafia Pupuk

Tomo Sitepu (DOK/DERY HARJAN/RADAR LOMBOK/ )

MATARAM – Keberadaan pupuk subsidi jadi masalah di NTB setiap tahunnya.  Terlebih saat musim tanam tiba, selalu langka. Adapun jika ada yang dijual, rata-rata harganya mahal. Karena itu, masyarakat petani menduga ada mafia pupuk.

Atas kondisi tersebut, Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB memberikan atensi khusus. Terlebih setelah Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menginstruksikan satuan kerja kejaksaan untuk melaksanakan operasi intelijen dalam rangka memberantas mafia pupuk. “Saya sudah perintahkan Asintel untuk itu,” kata Kepala Kejati NTB Tomo Sitepu, Sabtu (5/2).

Baca Juga :  Gaji RT Rp 250 Ribu, DPRD Mataram Minta Ditingkatkan Setiap Tahun

Dan bila dibutuhkan lanjutnya, Kejaksaan siap membentuk Tim Satgas Mafia Pupuk. Mereka akan bertugas menelusuri otak intelektual terkait kelangkaan dan mahalnya harga pupuk tersebut.

Beberapa waktu lalu, Dir Reskrimsus Polda NTB Kombes Pol Ekawana Dwi Putera juga mengaku memberi atensi khusus terkait permasalahan pupuk di NTB. Perwira melati tiga itu geram dengan adanya permasalahan setiap tahun itu. “Ini tanggung jawab moral,” ujar Ekawana.

Baca Juga :  Tim Pansel: Peserta Lelang Jabatan Jangan “Nakal”

Menurut Eka, pemerintah sudah memberikan subsidi pupuk kepada para petani di NTB sesuai dengan kebutuhan, dengan harapan bisa membantu para petani. “Petani adalah pahlawan kita. Coba kalau tidak ada petani siapa yang mau sediakan beras dan lainnya,” ujar Ekawana.

Untuk itu kata Ekawana, pihaknya akan berupaya mengungkap siapa dalang di balik kelangkaan dan mahalnya harga pupuk bersubsidi di NTB belakangan ini. “Kalau ada informasi sampaikan ke kami,” tegasnya. (der)

Komentar Anda