Kejari Periksa Wakil Rektor II dan III UMMAT

JALAN: Wakil Rektor II dan III jalan bersamaan menuju ruang penyidik untuk melanjutkan pemeriksaan, saat selesai salat magrib di Kejari Mataram. (ABDURRASYID EFENDI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Dua pejabat tinggi Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram pada Kamis (28/7) kemarin.

Kedua pejabat tinggi UMMAT ini adalah Wakil Rektor II Siti Lamusiah dan Wakil Rektor III Hafsah. Saat ditemui awak media usai istirahat menunaikan salat magrib, keduanya tak memberikan tanggapan. “Saya ke atas dulu,” singkat salah satunya.

Kasi Intelijen Kejari Mataram Ida Bagus Putu Widnyana saat ditemui di ruangannya, membenarkan dengan pemanggilan dua orang pejabat tinggi UMMAT tersebut. “Benar, dua orang sedang diperiksa. Saat ini masih dalam proses pemeriksaan,” katanya.

Baca Juga :  Pemprov Klaim Pengangguran Menurun

Namun ia tidak mengetahui secara persis mulai dari jam berapa dua orang tersebut diperiksa. Untuk materi pemeriksaannya, tidak dijelaskan secara detail. Intinya, pemeriksaan berkaitan dengan dugaan penyelewengan penyaluran bantuan Bidikmisi mahasiswa korban gempa tahun 2018 lalu.

Dalam kasus ini, Kejari Mataram mulai melakukan penyelidikan pada 10 Mei 2022, sesuai dengan Surat Perintah Penyelidikan Kepala Kejaksaan Negeri Mataram Nomor : Print-02/N.2.10/Fd.1/05/2022. Dalam proses penyelidikan ini telah ditemukan bukti permulaan yang cukup dan indikasi perbuatan melawan hukum yang cukup, maka berdasarkan hasil ekspose penyidik bersama dengan pimpinan, penyelidikan perkaranya ditingkatkan ke penyidikan.

Baca Juga :  Kadishub NTB Dimosi Tidak Percaya

Naiknya tingkat perkara ini ke penyidikan sesuai dengan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Mataram Nomor: Prin-02/N.2.10/Fd.1/06/2022 tertanggal 29 Juni 2022. Setelah dinaikkan ke penyidikan, penyidik Kejari Mataram sudah memeriksa lebih dari sepuluh orang. Dan beberapa waktu lalu, pihak Kejari Mataram juga sudah mengagendakan pemanggilan Rektor Ummat. “Sudah puluhan yang diperiksa, yang ada kaitannya dengan Bidikmisi itu. Semua yang berkaitan pasti akan kita panggil untuk mintai keterangan,” pungkasnya. (cr-sid)