Kejari Lotim Segera Tetapkan Tersangka Proyek Sumur Bor

MANGKRAK : Proyek sumur bor yang berlokasi di Dusun Tejong Desa Ketangga Kecamatan Suela kondisinya mangkrak. (Ist/Radar Lombok)

SELONG – Peyidik Kejaksaan Negeri Lombok Timur terus mengumpulkan bukti tambahan berkaitan dengan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan sumor bor di Dusun Tejong Desa Ketangga Kecamatan Suela. Proses penanganan kasus ini tinggal mengerucut ke penetapan tersangka.

Kepala Kejari Lotim, Efi Laila Kholis, mengatakan sejauh ini pihaknya sudah memeriksa puluhan saksi dalam proyek yang bersumber dari APBN DIPA Direktorat Pengembangan Daerah Rawan Pangan pada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transimigrasi tahun 2017 tersebut. Baik saksi dari kementerian maupun dari pejabat Pemkab Lotim. “ Sekitar 25 saksi sudah kita periksa baik dari kementerian maupun pejabat lokal. Terus kita lakukan pengumpulan bukti-bukti untuk mengerucut di akhir tahun ini. Intinya mengerucut kepada siapa yang bertanggung jawab,” ungkapnya.

Diketahui Kejari Lotim menaikkan status perkara dugaan penyimpangan sumur bor di Kecamatan Suela dari penyelidikan ke penyidikan. Proyek yang bersumber dari APBN DIPA Direktorat Pengembangan Daerah Rawan Pangan pada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi tahun 2017.

Sumur bor ini terletak di Dusun Tejong Daya Desa Ketangga Kecamatan Suela. Berdasarkan hasil ekspose pada Jumat (10/11), tim menemukan indikasi penyimpangan berdasarkan keterangan saksi-saksi dan diperoleh sejumlah alat bukti. Penyelidik telah melakukan ekspose hasil penyelidikan.

Dari hasil permintaan keterangan pihak-pihak terkait, baik OPD Kabupaten Lombok Timur dan Kementerian Desa Daerah Tertinggal dan Transimigrasi serta pihak-pihak lainnya tim penyelidik berpendapat telah diperolah alat bukti yang cukup untuk menaikkan perkara dimaksud ke tingkat penyidikan.

Sumur bor ini terbangun dari dana pemerintah pusat. Selain pengeboran air, terlihat sudah terpasang panel surya lengkap yang sudah siap pakai. Selain itu, sudah terbangun juga kolam air untuk menampung air dari sumur bor. Kolam seluas 2 are itu memiliki kedalaman sekitar 2,5 meter. Saat ini, terlihat kolam ini kering dan telah berubah fungsi  menjadi lapangan olahraga sepak bola takraw oleh warga sekitar dan sudah terlihat net di tengah kolam.

Semenjak dibangun, warga belum menikmati air sumur bor tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan air warga menunggu bantuan pemerintah dan dermawan yang mendistribusikan air. Sudah ada pipa saluran air dari sumber air dari Desa Suela. Akan tetapi, selama musim kemarau ini tak pernah mengalir lagi. Saat dibangun dulu, proyek sumur bor ini sangat diharapkan bisa menjadi solusi atas krisis air bersih warga Tejong. Pasalnya, sudah cukup lama derita air bersih ini dialami warga. Setiap musim kemarau melanda, warga tidak bisa mengakses air bersih.

Warga berharap mesin bor ini bisa difungsikan.  Sumur bor ini tidak bisa menaikkan air karena kedalaman sumur hanya 86 meter. Saat uji coba dulu, terlihat memang ada air. Akan tetapi hanya saat itu saja, setelah itu tidak pernah lagi.(lie)

Komentar Anda