Kejahatan Jelang Lebaran Diprediksi Meningkat

Kombes Pol Dewa Putu Maningka Jaya (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)
Kombes Pol Dewa Putu Maningka Jaya (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Angka kejahatan pada saat menjelang lebaran biasanya meningkat. Pola ini berulang tiap tahun dan biasanya ada sejumlah jenis kejahatan yang marak terjadi.

Peningkatan tersebut setidaknya dipicu sejumlah faktor, seperti tuntutan kebutuhan hidup semakin tinggi pada hari raya. Tak ayal, sejumlah individu yang terpepet menempuh jalan pintas.

Berdasarkan pola yang terjadi pada tahun sebelumnya, beberapa kejahatan yang diprediksi meningkat jelang labaran tahun ini adalah kasus pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian dengan pemberatan (curat).

Adapun sasarannya yaitu rumah atau kos-kosan yang ditinggal penghuninya dan juga pertokoan atau ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret. Kemudian perampokan yang biasa mengincar nasabah bank yang mencairkan uang dalam jumlah banyak. Selanjutnya penjambretan dan pencopetan di pusat perbelanjaan atau  tempat-tempat publik. Pencopet dan penjambret menargetkan tas dan barang-barang kecil seperti ponsel atau dompet.

Menyikapi hal itu, Karo Ops Polda NTB Kombes Pol Dewa Putu Maningka Jaya mengatakan ada beberapa antisipasi yang sudah dipersiapkan terhadap gangguan kamtibmas yang sudah diprediksi ini. Antara lain, meningkatkan peran serta masyarakat dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif. Kerja sama antar instansi pemerintah dan lembaga non pemerintah serta komponen masyarakat untuk anstisipasi potensi gangguan dalam rangka meniadakan secara dini permasalahan perlu ditingkatkan. ‘’Kita juga akan terus melaksanakan kegiatan operasi kepolisian dalam rangka penanggulangan gangguan keamanan secara proporsional, professional dan akuntabel,’’ tegasnya, Sabtu (16/5).

Beberapa operasi kepolisian tersebut diantaranya yaitu melakukan pendataan terhadap tempat-tempat yang rawan terjadinya aksi kejahatan. Selanjutnya dengan mengaktifkan pos pengamanan operasi ketupat dengan pos-pos yang ada dengan menempatkan personil 1 x 24 jam.

Selanjutnya merutinkan kegiatan turjagwali dengan mengerahkan seluruh kendaraa dinas pada malam hari. Kemudian pihaknya juga menurunkan tim penembak jitu di beberapa titik yang dianggap paling rawan. “Jadi itu beberapa upaya yang kita lakukan. Yang terpenting itu semua pihak bekerjasama dalam menjaga lingkungan yang kondusif,” ungkapnya.

Untuk situasi saat ini, Maningka Jaya mengatakan masih cukup kondusif. Sebab pihaknya memaksimalkan personel yang melaksanakan operasi ketupat yang berlangsung sejak 24 April sampai 30 Mei mendatang. Di mana personel yang dikerahkan khusus dari Polri saja yaitu sekitar 1.383 personel. “Kalau dari Polda saja itu sekitar 200 personel. Sisanya dari Polres jajaran,” ungkapnya. (der)