Kehadiran TKA Cina Persempit Penyerapan Naker Lokal

Kehadiran TKA Cina Persempit Penyerapan Naker Lokal

MATARAM – Baru – baru ini puluhan warga negara (WN) Cina datang ke Indonesia. Kedatangan WN Cina ini dipastikan bukan untuk beriwisata melainkan untuk tujuan esensial, seperti bekerja di proyek strategis nasional (PSN) dan objek vital, penyatuan keluarga, bantuan medis dan kemanusiaan, serta kru alat angkut.

Hanya saja, masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) akan mempersempit peluang kerja pekerja lokal, terlebih di NTB. Pasalnya beberapa proyek smelter atau pembangkit listrik yang juga menggunakan TKA. Padahal, rencana pembangunan smelter tersebut diharapkan akan menjadi peluang penyerapan tenaga kerja lokal.

Menurut Anggota Komisi V DPRD NTB TGH Patompo Adnan mengaku sangat kecewa  dengan masuknya TKA asal Cina. Pertama karena jumlah pengangguran di Indonesia terus bertumbuh apalagi di daerah. Setiap tahun ada lulusan, mulai dari perguruan tinggi, SMA dan SMK dan itu adalah angkatan kerja baru bagaimana pun semestinya pemerintah harus menyediakan lapangan pekerjaan. “Setiap kita mengalami pertumbuhan angkatan kerja baru, itu menjadi masalah ketika mereka tidak kerja. Sekarang semua termasuk pemerintah daerah dan kabupaten kota mengatasi itu,” kata TGH Patompo Adnan, Senin (10/5).

BACA JUGA :  Siap Siaga, 11 Ribu TKI Bakal Pulang ke NTB

Kemudian kebijakan pemerintah yang memberikan izin WNA asal Cina masuk untuk bekerja dan ditempatkan di tempat-tempat strategis. Bahkan pekerja lokal sendiri masih banyak yang bisa diperkerjakan dengan kemampuan memenuhi.  “Yang kita sendiri tidak mendapatkan baik, tentang hal ini apa alasan yang sesungguhnya. Logikanya seperti apa, di tengah ada pembatasan tidak boleh mudik sedangkan mereka (WNA) datang seenaknya dengan berbagai alasan,” sesalnya.

Dikatakan TGH Patompo, ini pasti akan menjadi persoalan di kalangan masyarakat. Pasalnya dikhawatirakan jika semua hal yang tidak logis ini di tengah himpitan pandemi membuat semua orang susah ekonomi. Tapi banyak kebijakan-kebjakan yang justru menyulut amarah dan emosi masyarakat. “Pemerintah jangan membuat suasana menjadi caos dong, artinya emosi masyarakat ini tidak bisa dibendung. Kebijakan pemerintah yang melarang orang mudik, tetapi justru mendatangkan WNA bekerja ke sini,” ungkapnya.

BACA JUGA :  62 Kasus Positif Baru, Empat Pasien Meninggal Dunia

Padahal, banyak orang-orang lokal yang mampu bersaing dengan tenaga kerja luar. Bahkan banyak tenaga lokal bekerja diluar karena mereka dibutuhkan kemampuannya. “Sebenarnya keahlian yang dimau seperti apa? Justru kita lihat NTB di AMNT saja itu hanya beberapa persen saja TKA, justru banyak orang dalam daerah semua yang dikerjakan, smelter itu juga apa yang tidak bisa,” ucapnya. (dev)