Kegigihan Awidi Memasarkan Kerajinan Ketak Hingga Tembus Pasar Luar Negeri

Mejeng di Asia Eropa Setelah Penat Mengayuh Pedal Sepeda

Kerajinan Ketak
TAS RAISA: Pengusaha sekaligus perajin ketak asal Karang Bayan Lingsar, Awidi menunjukkan tas Raisa anyaman ketak yang paling laku di pasar internasional. (DEVI HANDAYANI/RADAR LOMBOK)

Kerajinan ketak ternyata tak hanya diminati pasar nasional, tapi sudah tembus pasar internasional. Banyak perajin yang kini berubah menjadi pengusaha sukses dengan anyaman akar kayu ini. Salah satunya Awidi, perajin asal Desa Karang Bayan Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat.


*DEVI HANDAYANI – LOMBOK BARAT*


KAKI Awidi sudah tak terasa pegal lagi. Kepenatannya mengayuh pedal sepeda sudah terbayar dengan kesuksesannya hari ini. Bagaimana tidak, perajin ketak ini dulunya harus berpeluh keringat menjajakan hasil karyanya ke sejumlah kawasan wisata, salah satunya Senggigi. Kelelahan Awidi kadang tak terbayar. Karyanya kadang-kadang laku dan tidak.

Namun, semangat juangnya tak pernah kendor meski kerap pulang dengan tangan hampa. Dia terus mengencangkan semangatnya hingga peruntungan menghampirinya. Kakek 60 tahun ini bercerita, awal kesuksesannya menembuskan hasil kerajinannya hingga pasar luar negeri. Ketika seorang wisatawan asal Jepang mendatanginya. Wisatawan itu ingin melihat hasil kerajinannya.

Setelah mengamati secara seksama hasil kerajinan, wisatawan Jepang itu akhirnya kepincut. Dia memesan hasil kerajinan anyaman akar kayu itu untuk kemudian dikirim ke negaranya. “Saya buat sesuai keinginan dia, makanya orang Jepang ini jadi tertarik dan akhirnya sampai sekarang terus dia pesan, terus dikirim ke Jepang,” ungkap Awidi kepada Radar Lombok, kemarin.